Indonesia Pimpin ACWO 2027–2029, Yenny Wahid Terima Mandat Jadi Presiden Federasi Perempuan se-Asia Tenggara

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Yenny Wahid resmi menerima mandat sebagai Presiden ASEAN Confederation of Women’s Organizations (ACWO) untuk periode 2027–2029 dalam pertemuan di Hanoi, Vietnam, Rabu (4/11).

Sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Yenny akan memimpin konfederasi organisasi perempuan se-Asia Tenggara ini dengan membawa semangat baru untuk memperkuat peran diplomasi perempuan di tingkat regional. 

Ia menegaskan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi seremonial, melainkan kesempatan untuk membawa dampak nyata bagi masyarakat luas di Asia Tenggara.

"Ini adalah kehormatan dan p mal kepercayaan kepada perempuan Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bukan hanya mampu memimpin di tingkat nasional, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan Asia Tenggara," ujar Yenny dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/11). 

Dalam kepemimpinannya, Yenny berkomitmen menjalankan enam program prioritas yang mencakup kesejahteraan lansia yang inklusif, penguatan inklusi keuangan bagi perempuan pengusaha, serta keterlibatan perempuan dalam aksi iklim dan ekonomi hijau. 

Selain itu, ia fokus pada peningkatan literasi digital, memastikan pendidikan setara bagi anak-anak melalui program "No Child Left Behind", serta memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Yenny menekankan bahwa kemajuan sebuah kawasan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari cara memperlakukan kelompok masyarakat yang paling rentan. 

Ia berkomitmen agar ACWO tidak hanya menjadi ajang pertemuan pemimpin, namun mampu menyentuh langsung kehidupan ibu, anak, dan para lanjut usia. 

"Kita ingin membangun ASEAN yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. ASEAN yang menghormati para lansianya, melindungi perempuan dan anak-anaknya, serta memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang," ujarnya. 

Kepemimpinan Indonesia ini sekaligus menjadi momentum untuk mengembalikan peran historis KOWANI yang telah berkiprah sejak 1928 dan turut memprakarsai pembentukan ACWO pada 1981, guna membangun solidaritas organisasi perempuan yang lebih peduli terhadap isu-isu sosial kemanusiaan. (dpi)


 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jokowi Bantah Tuduhan Roy Suryo soal Font Skripsi: Ribuan Skripsi saat Itu Pakai Times New Roman
• 9 jam lalu
0
thumb
Peluang Emas Marc Marquez Mengunci Gelar Juara Dunia di MotoGP Qatar
• 17 jam lalu
0
thumb
Modus Bantu Rekrutmen KAI, Pegawai Gadungan Kuras Uang Pasutri Madiun
• 6 jam lalu
0
thumb
Bersaksi di Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Proses Penyusunan Skripsi hingga Lulus dengan Nilai A
• 9 jam lalu
0
thumb
Massa Pendukung Jokowi dan Roy Suryo & Dokter Tifa, Lebih Banyak Mana?
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.