Studi: 1 dari 15 Orang Dewasa Pernah Alami Pelecehan Gambar AI, Dampaknya Bisa Meluas

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan gambar realistis kini menghadirkan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga keselamatan dan hak individu. 

Foto seseorang dapat dimanipulasi menjadi gambar intim tanpa persetujuannya, kemudian digunakan untuk mempermalukan, mengancam, atau merusak reputasi orang tersebut.

Risiko ini semakin sulit diabaikan ketika gambar hasil manipulasi terlihat meyakinkan. Korban tidak harus pernah membuat atau membagikan foto intim untuk mengalami pelecehan. 

Cukup dengan foto biasa yang tersedia di internet, seseorang dapat menjadi sasaran pembuatan konten seksual palsu yang kemudian disebarkan tanpa izin.

Dampaknya pun tidak berhenti ketika gambar dihapus dari sebuah platform. Korban dapat menghadapi tekanan psikologis, gangguan hubungan sosial, hingga masalah dalam kehidupan profesional. 

Sebuah studi yang dipimpin Universitas RMIT Australia memperlihatkan bahwa pelecehan berbasis gambar AI telah dialami oleh sebagian masyarakat dewasa di sejumlah negara, bukan hanya figur publik yang kerap menjadi sasaran manipulasi digital.

Pelecehan Gambar AI Tidak Hanya Menimpa Selebritas

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Human-Computer Interaction pada 2026 tersebut melibatkan 7.230 orang dewasa di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Survei yang dilakukan pada Juli–Agustus 2024 menemukan bahwa 7 persen responden pernah mengalami sedikitnya satu bentuk pelecehan seksual berbasis gambar AI sejak berusia 18 tahun. Angka ini setara dengan sekitar satu dari 15 orang dewasa.

Temuan itu memperlihatkan bahwa penyalahgunaan AI bukan sekadar persoalan gambar palsu yang beredar di kalangan selebritas. Masyarakat umum juga dapat menjadi sasaran, termasuk orang yang tidak memiliki banyak pengikut di media sosial.

Profesor Nicola Henry dari RMIT University, penulis utama penelitian tersebut, mengatakan, “Kami kini memiliki bukti tentang seberapa luas pelecehan berbasis gambar AI memengaruhi masyarakat, bukan hanya selebritas dan tokoh publik.”

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa angka 7 persen belum tentu menggambarkan keseluruhan masalah. Sebagian orang mungkin tidak pernah mengetahui bahwa gambar intim yang menampilkan dirinya telah dibuat atau disebarkan menggunakan AI.

Apa Saja Bentuk Pelecehan Berbasis Gambar AI?


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dapat Kuota Terbanyak di Sulsel, Bupati Lutra Abdullah Rahim Ingin Pacu Budi Daya Ikan
• 1 jam lalu
0
thumb
Komisi I DPR Desak Prabowo Evaluasi Bintang Mahaputera Listyo Sigit, Kasus Hukum Jadi Sorotan
• 12 jam lalu
0
thumb
Nama Listyo Sigit Diseret dalam Sidang Jokowi, Jaksa dan Pengacara Roy Suryo Bersitegang
• 3 jam lalu
0
thumb
Konser Unplugged Nicky Astria 42 Tahun Berkarya, Jawaban Sebuah Bukti Api Eksistensi
• 23 jam lalu
0
thumb
Gol Madueke dan Gyokeres Bawa Arsenal Kalahkan Slavia Praha 2-1
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.