Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan pemerintah akan menyelidiki insiden penembakan yang menewaskan seorang warga saat bentrokan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Bentrokan itu terjadi saat anggota TNI hendak menurunkan bendera Bulan Bintang di lokasi. Mereka kemudian diserang sejumlah orang. Akibatnya, enam personel TNI dan 14 warga terluka, sementara satu orang meninggal dunia.
“Dari pihak pemerintah sendiri sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan akan dilakukan satu upaya penegakan hukum terhadap kasus ini,” kata Yusril di Banda Aceh, Kamis (5/11).
Yusril menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya seorang warga dan sejumlah korban luka dalam peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap warga yang masih menjalani perawatan segera pulih.
Menurut Yusril, insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah agar kekerasan serupa tidak kembali terjadi dalam penanganan persoalan di Aceh.
Untuk memperoleh kejelasan mengenai peristiwa tersebut, Yusril mengaku telah berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Ia juga berencana menemui Pangdam Iskandar Muda untuk membahas persoalan tersebut.
“Saya juga sudah bicara dengan Panglima TNI dan juga sudah bicara dengan Pak Kapolri, dan mungkin nanti saya akan bertemu dengan Pangdam Iskandar Muda untuk memperoleh kejernihan terhadap persoalan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, TNI AD menyebut personelnya sempat mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet saat situasi di lokasi penertiban bendera Bulan Bintang memanas.
Dalam keterangan tertulisnya, TNI menyebut bentrokan terjadi setelah sejumlah orang melemparkan batu dan kayu ke arah personel. TNI mencatat satu warga meninggal dunia, 13 warga mengalami luka-luka, serta enam personel TNI turut terluka.
TNI mengidentifikasi warga yang meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Yusril berharap persoalan pengibaran bendera Aceh dapat diselesaikan melalui dialog dan jalan damai. Ia mengajak masyarakat Aceh menahan diri agar insiden tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Kami ingin semua Aceh damai. Supaya masalah ini kita segera carikan jalan keluarnya sehingga tercipta perdamaian di Aceh. Itu yang menjadi harapan kita bersama,” pungkas Yusril.






Komentar (0)