Perang antarkelompok terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/11) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, satu orang warga dilaporkan tewas, sementara Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada terkena anak panah.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, perang kelompok itu melibatkan warga dari Jalan Kakatua Lorong 2 dan Lorong 3.
"Iya, perang kelompok terjadi di Jalan Kakatua," kata Jafar kepada wartawan.
Peristiwa itu bermula ketika salah satu kelompok warga menyerang kelompok warga lain yang merupakan tetangga lorong. Mereka saling menyerang menggunakan batu dan anak panah busur. Kelompok yang diserang kemudian melakukan perlawanan hingga bentrokan terjadi.
"Setelah menerima informasi keributan itu, polisi langsung ke lokasi. Termasuk Kapolsek Mamajang," ujarnya.
Kapolsek Terkena Panah, 1 Warga TewasPolisi berupaya melerai bentrokan tersebut. Namun, upaya itu mendapat perlawanan dari warga yang justru menyerang petugas. Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada yang memimpin personel ke lokasi turut menjadi korban.
"Pak Kapolsek terkena anak panah busur bagian betis dan langsung dilarikan ke rumah sakit," kata Jafar.
Selain Kapolsek, bentrokan tersebut juga menyebabkan seorang warga bernama Iwan Azis (49) meninggal dunia. Ia terkena anak panah busur di bagian dada.
"Warga yang terkena panah sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia," sambungnya.
Meski sempat mendapat perlawanan, polisi akhirnya berhasil meredam bentrokan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dan menangkap para pelaku.






Komentar (0)