JAKARTA, DISWAY.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika Jakarta Barat (Jakbar) menjadi wilayah yang paling rawan banjir pada musim penghujan 2027.
Pasalnya kata Pramono berdasarkan paparan prakiraan cuaca, Jakbar berpotensi menghadapi curah hujan paling tinggi ketimbang wilayah lainnya di Jakarta.
Atas dasar itu Pramono terus menggenjot penanganan infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk pembenahan Kali Angke dan Cengkareng Drain untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.
BACA JUGA:Pramono Percepat Normalisasi Kali untuk Antisipasi Banjir
Selain infrastruktur, kesiapsiagaan personel dan kecepatan respons menjadi perhatian dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta yang membahas mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027 di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.
"Diperkirakan curah hujan tertinggi itu di Jakarta Barat. Karena memang dan sekaligus kalau teman-teman perhatikan, sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta secara khusus melakukan pembenahan infrastruktur yang ada di Jakarta Barat," kata Pramono.
Pramono pun meminta koordinasi antara BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus diperkuat, terutama dalam pemantauan cuaca, antisipasi genangan, dan penanganan kondisi darurat.
Dukungan TNI dan Polri juga menjadi bagian dari pembahasan. Menurut Gubernur Pramono, koordinasi telah dilakukan agar personel dan sumber daya dari berbagai instansi dapat dikerahkan sesuai kebutuhan ketika terjadi bencana.
BACA JUGA:Pramono Ingatkan Potensi Banjir Besar di Jakarta pada 2027, Puncak Hujan Diprediksi Februari
Ia turut mengapresiasi dukungan unsur Forkopimda, termasuk pendampingan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terhadap pelaksanaan normalisasi sungai.
“Kami bersyukur karena dengan keterbukaan, saling percaya, dan saling mendukung, mudah-mudahan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Pramono menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan kerja sama seluruh instansi, mulai dari penyediaan informasi cuaca, pembenahan infrastruktur, hingga kesiapan personel di lapangan.
Melalui percepatan pekerjaan pengendalian banjir dan penguatan koordinasi Forkopimda, Pemprov DKI Jakarta berupaya menekan risiko banjir serta memastikan keselamatan masyarakat selama musim hujan 2026/2027.
Pramono memprediksi musim penghujan mencapai puncaknya pada Februari 2027.
BACA JUGA:Pramono Lantik 3.418 Orang Jadi PNS DKI, 15 di Antaranya Disabilitas
- 1
- 2
- »






Komentar (0)