Dikunjungi 500 Ribu Wisatawan, Pasar Cheng Hoo Pasuruan Hanya Setor PAD Rp35 Juta

beritajatim.com
8 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Pasuruan (beritajatim.com) – Pasar Wisata Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mencatat jumlah kunjungan yang cukup besar. Namun, tingginya aktivitas wisata di destinasi tersebut belum sebanding dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas pemerintah kabupaten.

Sepanjang 2025, objek wisata yang dikenal sebagai Pasar Cingho itu dikunjungi sekitar 500 ribu wisatawan dari berbagai daerah. Akan tetapi, kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Pasuruan hanya sekitar Rp35 juta per tahun.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengungkapkan ketimpangan antara jumlah kunjungan dan penerimaan daerah tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menyiapkan pembenahan tata kelola Pasar Cheng Hoo.

“Pasar Cingho kita tiap tahun disinggahi kurang lebih 500 ribu wisatawan dari berbagai daerah, itu data pada tahun 2025. Tapi pada kenyataannya hanya menyumbang PAD Rp35 juta per tahun,” ungkap Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.

Menurut Rusdi, besarnya jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan potensi ekonomi yang masih dapat dioptimalkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan pun mengkaji pengembangan kawasan melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan pihak ketiga.

Skema tersebut dipertimbangkan sebagai alternatif pembiayaan sekaligus upaya memperbaiki pengelolaan destinasi wisata. Pemerintah daerah berharap pengembangan infrastruktur dan penataan ulang kawasan dapat meningkatkan daya tarik Pasar Cheng Hoo serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan wisata Pandaan juga menjadi salah satu pihak yang diharapkan memperoleh manfaat dari pembenahan tersebut.

“Pasar Cheng Hoo ini masuk dalam kajian pembiayaan dan dinilai sangat layak untuk dikembangkan. Kami menyiapkan skema alternatif seperti Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) agar pembiayaannya tidak melulu membebani daerah,” terang Rusdi.

Pemkab Pasuruan saat ini masih mematangkan sejumlah alternatif pendanaan untuk revitalisasi kawasan. Langkah tersebut dilakukan agar pembenahan fisik Pasar Cheng Hoo tidak sepenuhnya mengandalkan pinjaman, sehingga kondisi fiskal daerah tetap terjaga dalam jangka panjang.

Salah satu pertimbangan pemerintah daerah adalah kemungkinan menggandeng investor swasta melalui skema KSP. Jika kerja sama tersebut dapat direalisasikan, kebutuhan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berpeluang ditekan.

Dengan demikian, total pinjaman daerah diproyeksikan tidak mencapai plafon maksimal Rp363 miliar yang direncanakan dalam APBD 2027.

“Jika skema kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga tersebut berhasil, maka nilai pinjaman kepada PT SMI diproyeksikan tidak sampai menyentuh angka Rp363 miliar,” pungkasnya. [ada/beq]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Como Menang Telak 9-1 atas Lens, Cesc Fabregas Sudah Pikirkan Duel Kontra Barcelona dan PSG
• 9 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Champions 2026-2027 Semalam: Como Menang Telak 9-1, Real Madrid Menang Dramatis Lagi
• 14 jam lalu
0
thumb
Dewan Pengupahan Akhirnya Sepakat, Bayaran Buruh Garmen Akan Dinaikkan
• 22 jam lalu
0
thumb
Surat Keterangan Gibran dan Ujian Akuntabilitas Demokrasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman Pertanyakan Motif Listyo Sadap Presiden Prabowo: Apa Terkait Konstelasi Politik?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.