Canva Pangkas 22 Persen Karyawan, 1.271 Pekerja Terdampak Restrukturisasi

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan teknologi desain grafis Canva mengumumkan restrukturisasi besar-besaran yang berdampak terhadap 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan tersebut mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK), perubahan posisi, hingga pemindahan lokasi kerja sejumlah karyawan.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Co-Founder sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, melalui surat internal kepada seluruh karyawan pada Rabu (4/11/2026).

Melanie mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi, kebutuhan tenaga kerja, serta strategi bisnis untuk menghadapi perkembangan industri teknologi.

"This is without doubt the hardest moment in our thirteen-year history," tulis Melanie dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan Canva mengalami perlambatan untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan perubahan mendasar agar tetap kompetitif dan mampu menghadapi tantangan bisnis pada masa mendatang.

Menurut Melanie, keberhasilan Canva selama 13 tahun terakhir tidak serta-merta menjamin keberhasilan perusahaan pada periode berikutnya. Karena itu, perusahaan perlu kembali membangun struktur kerja yang lebih sederhana dengan tim kecil yang memiliki kewenangan lebih besar dalam mengambil keputusan.

Dalam restrukturisasi tersebut, Canva menetapkan tiga perubahan utama untuk meningkatkan efektivitas kerja dan memperkuat koordinasi antartim.

Pertama, perusahaan akan menggabungkan divisi Product, Growth, dan Platform ke dalam satu organisasi produk. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi proses koordinasi yang berlebihan serta memperjelas tanggung jawab setiap tim.

Kedua, Canva akan mengurangi spesialisasi pekerjaan yang terlalu sempit dan menyederhanakan jenjang manajemen. Sejumlah posisi dengan tanggung jawab yang tumpang tindih akan dikonsolidasikan agar karyawan memiliki cakupan pekerjaan dan tanggung jawab yang lebih luas.

Ketiga, perusahaan akan memusatkan sejumlah tim yang memiliki keterkaitan pekerjaan di lokasi yang sama. Sydney, Australia, akan menjadi pusat utama bagi lebih banyak tim produk Canva dan beberapa fungsi spesialis lainnya.

Perubahan tersebut juga membuat sebagian karyawan diminta mempertimbangkan relokasi ke lokasi kerja yang telah ditentukan perusahaan.

Selain itu, mulai Januari 2027, sebagian besar karyawan dengan sistem kerja hybrid akan diminta bekerja dari kantor sekitar dua hingga tiga hari setiap pekan, menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Baca Juga: Elon Musk Rugi Rp 9 Triliun! All In Dukung Republik tapi Justru Keok di Pemilu AS

Melanie mengakui keputusan restrukturisasi tersebut membawa konsekuensi besar bagi karyawan dan keluarga mereka. Oleh karena itu, perusahaan menyiapkan sejumlah bentuk dukungan finansial, kesehatan, dan pengembangan karier bagi mereka yang harus meninggalkan Canva.

Setiap karyawan yang terdampak dan meninggalkan perusahaan akan memperoleh kompensasi gaji minimal enam bulan, termasuk hak-hak yang diwajibkan berdasarkan ketentuan setempat.

Selain itu, Canva memberikan sejumlah fasilitas tambahan, antara lain:

  1. Perpanjangan perlindungan kesehatan selama 12 bulan di negara yang menyediakan fasilitas tersebut.

  2. Akses layanan Canva Care selama 12 bulan, termasuk bagi anggota keluarga.

  3. Pendampingan karier secara individual dan persiapan wawancara kerja.

  4. Langganan LinkedIn Premium selama satu tahun.

  5. Kesempatan mempertahankan laptop MacBook milik perusahaan.

  6. Penghapusan ketentuan vesting satu tahun bagi karyawan yang bergabung dalam 12 bulan terakhir.

Canva juga membentuk Canva Collective Fund yang menyediakan hibah sebesar US$10.000 bagi setiap karyawan terdampak yang ingin membangun usaha atau mengembangkan kegiatan sosial di komunitasnya.

Karyawan yang berminat mengikuti program tersebut diberikan kesempatan mendaftarkan diri hingga 14 Desember 2026. Dana hibah tersebut tidak disertai kepemilikan saham atau hak kepemilikan perusahaan atas usaha yang dibangun penerima.

Restrukturisasi ini dilakukan ketika Canva menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis setelah mencatat perlambatan untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun.

Melanie menyebut perkembangan teknologi yang berlangsung cepat telah mengubah cara masyarakat membuat konten dan menggunakan produk digital. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu menyesuaikan strategi serta struktur organisasinya.

Canva kini berupaya membangun kembali pola kerja yang lebih efisien dengan mengurangi lapisan manajemen, memperluas tanggung jawab tim, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Perusahaan yang beroperasi di 37 negara tersebut menyatakan akan memprioritaskan komunikasi langsung dengan setiap karyawan yang terdampak untuk menjelaskan perubahan posisi, proses relokasi, maupun dukungan yang tersedia.

Canva juga menjadwalkan pertemuan seluruh karyawan pada 10 November 2026 untuk menjelaskan restrukturisasi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait arah perusahaan ke depan.

Keputusan ini menjadi salah satu perubahan organisasi terbesar dalam perjalanan Canva sejak didirikan 13 tahun lalu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Buka Peluang Panggil Nusron Wahid Lagi Usut Kasus Korupsi di Kementerian ATR/BPN
• 22 jam lalu
0
thumb
Blibli Hadirkan Lakuemas dan The Palace Jeweler, Beli Emas Digital Kini Bisa Online
• 2 jam lalu
0
thumb
Hansi Flick Hadapi Ujian Taktik Kontra Serangan Balik Atletico Madrid
• 22 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tegaskan Fotonya Asli di Ijazah S1: Bukan Dumatno Budi Utomo
• 3 jam lalu
0
thumb
Gelandang Persik Akui I League Cup Bukan Kompetisi Mudah Bagi Klub Super League
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.