Ringkasan Berita:
- Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) 2026 pada 2-5 November di ASEEC Tower, Surabaya.
- Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari 77 perguruan tinggi di Indonesia dengan mengangkat tema kedaulatan digital, keamanan siber, dan masa depan demokrasi Indonesia.
- Sejumlah isu dibahas dalam simposium dan sesi panel, mulai dari tantangan demokrasi pasca-Pemilu 2024 hingga program Makan Bergizi Gratis sebagai politik populis pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2025.
- Dalam rangkaian satu dekade APSIPOL, organisasi tersebut memberikan APSIPOL Awards 2026 kepada sejumlah akademisi, peneliti, tokoh, serta institusi pendidikan, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya.
Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) 2026 yang berlangsung pada 2-5 November di ASEEC Tower, Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan Departemen Ilmu Politik UNAIR tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari 77 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Munas APSIPOL tahun ini mengangkat tema “Kedaulatan Digital, Keamanan Siber dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Tema tersebut dipilih seiring meningkatnya peran ruang digital dalam kehidupan politik, mulai dari kampanye, partisipasi masyarakat, hingga pengelolaan data dan informasi oleh negara.
Ketua Pelaksana APSIPOL, Prof. Dr. Muhammad Asfar, Drs., M.Si., mengatakan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pengalaman praktis pemerintah dengan pemikiran akademik. Dia berharap pertemuan itu menghasilkan peluang kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan dan pembangunan nasional.
“Kami ingin forum ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Pertemuan pemerintah dan akademisi harus membuka peluang kolaborasi agar kajian ilmiah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perumusan kebijakan dan pembangunan nasional,” ujar Asfar, Kamis (5/11/2026).
Ketua APSIPOL, Dr. Asep A. Sahid Gatara, S.Ag., M.Si., CPS., menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran dalam mengawal demokrasi dan memberikan rekomendasi berbasis penelitian. Melalui APSIPOL, dia ingin memperkuat hubungan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan Indonesia.
“Perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam mengawal demokrasi dan memberikan rekomendasi berdasarkan kajian ilmiah. Melalui APSIPOL, kami ingin memperkuat kontribusi akademisi agar ilmu pengetahuan semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan Indonesia,” ungkap Asep.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di ASEEC Tower dengan memanfaatkan lima ruang, yakni Ternate, Dayak, Rote, Asmat, dan Majapahit. Simposium dan sesi panel membahas berbagai isu, mulai dari tantangan demokrasi pasca-Pemilu 2024 hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai politik populis pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2025.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh pemerintahan dan akademisi, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, serta Bupati Banyuwangi periode sebelumnya Abdullah Azwar Anas. Pertemuan tersebut diharapkan memperluas pertukaran gagasan antara akademisi dan pembuat kebijakan.
Dalam rangkaian peringatan satu dekade APSIPOL, organisasi ini turut memberikan APSIPOL Awards 2026. Sejumlah penerima penghargaan antara lain Prof. Ramlan Surbakti untuk Democratic Contribution Award, Prof. Miriam Budiardjo untuk Lifetime Achievement Award, dan Prof. Burhanuddin Muhtadi untuk Distinguished Political Scientist Award.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Haryanto melalui Research Excellence Award, Wawan Sobari untuk Political Innovation Award kategori individu, serta Ade Indra Chaniago untuk Community Engagement Award. Program Studi S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya juga menerima penghargaan dalam kategori institusi.
Melalui forum dan penghargaan tersebut, APSIPOL berharap jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi semakin kuat serta penelitian ilmu politik terus berkembang dan berkontribusi bagi demokrasi Indonesia. [asg/beq]





Komentar (0)