Teknologi AI Mengubah Wajah Perkantoran

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Permintaan ruang perkantoran di Jakarta mulai menunjukkan tren peningkatan selama Januari-September 2026, meskipun belum pulih seperti tahun 2015 atau sebelum pandemi Covid-19. teknologi AI yang semakin berkembang turut memengaruhi pasar perkantoran ke depan.

Konsultan properti CBRE Indonesia mencatat kenaikan permintaan ruang perkantoran. Pada triwulan III (Juli-Oktober) 2026, penyerapan ruang kantor di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta mencapai 22.000 meter persegi (m2). Tingkat keterisian (okupansi) rata-rata gedung perkantoran mencapai 76 persen.

Sementara itu, pasokan ruang perkantoran hingga tahun 2028 diproyeksikan sekitar 123.000 m2. Di tengah suplai ruang kantor yang semakin terbatas, kekosongan ruang perkantoran berkisar 1,7 juta m2. Beberapa gedung perkantoran kelas premium dengan okupansi tinggi mulai menaikkan tarif sewa.

Senior Director dan Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, mengemukakan, terjadi tren sejumlah perusahaan mencari kantor baru dengan biaya lebih efisien dan fasilitas lebih baik. Tarif sewa ruang perkantoran yang tidak terlalu agresif juga mendorong penyewa (tenant) memindahkan ruang kantor ke gedung yang lebih baru dengan lokasi dan spesifikasi lebih tinggi.

“Penyewa perkantoran kini mencari gedung perkantoran modern dengan kualitas yang lebih tinggi, sertifikasi gedung ramah lingkungan, serta fasilitas yang lebih lengkap,” papar Anton, dalam Kinerja Pasar Properti Jakarta 2026 dan tren Q3 (Juli-Oktober) 2026, akhir Oktober lalu.

Baca JugaRuang Perkantoran Menuju Keseimbangan Baru

Beberapa gedung perkantoran premium di CBD Jakarta dengan tingkat okupansi di atasr 88 persen mulai menaikkan tarif sewa. Kenaikan itu didorong oleh berlanjutnya permintaan ruang perkantoran yang berkualitas dan keterbatasan pasokan di masa depan. Tren itu mendorong pemilik gedung perkantoran lama untuk beradaptasi dan meningkatkan aset agar tetap kompetitif.

Kebutuhan ruang kantor

Anton menambahkan, permintaan ruang kantor sangat dipengaruhi jumlah karyawan yang mengisi ruang kantor. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan di seluruh dunia diprediksi akan memengaruhi kebutuhan ruang kantor di masa depan.

Sejalan dengan pemanfaatan AI di dunia, muncul tren karyawan tidak harus bekerja di kantor. Sejumlah perusahaan memanfaatkan AI untuk efisiensi pekerjaan, hingga penurunan jumlah tenaga kerja di sejumlah bidang pekerjaan. Pergeseran tenaga kerja berpotensi mengurangi kebutuhan ruang kantor.

Di Amerika Serikat, sejak 2023 hingga Juli 2026, terjadi peningkatan pemutusan hubungan kerja (job loss) sebagai dampak teknologi AI. Sepanjang 2023, pengurangan tenaga kerja tercatat 4.274 orang, namun pada Juli 2026 jumlah PHK mencapai 112.713 orang. Jumlah pengurangan tenaga kerja sebagai dampak AI pada periode itu mencapai 180.000 orang atau 0,1 persen dari total tenaga kerja.

Di Asia Pasifik, survey tenaga kerja juga memperlihatkan tren serupa. Lapangan kerja yang terdampak AI menyebabkan pengurangan tenaga kerja sekitar 1,8 persen. Di sisi lain, Asia Pasifik mencatat penurunan pasokan gedung-gedung perkantoran. Di Indonesia, tren pengurangan tenaga kerja akibat berkembangnya AI sekitar 1,7 persen.

Menurut Anton, tren penggunaan AI disadari telah berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Hal itu dipacu dengan tren bekerja dari mana saja yang menyebabkan kebutuhan ruang kantor menurun. Pertumbuhan lapangan kerja berbasis kantor diprediksi akan moderat. Namun, berkat pasokan ruang perkantoran yang turun, okupansi perkantoran tidak turun.

“Dampak AI telah mengurangi permintaan ruang kantor, namun ini sejalan dengan pasokan perkantoran yang turun,” ujar Anton.

Anton menilai, pengelolaan gedung perkantoran perlu terus beradaptasi dan berstrategi dengan kecanggihan teknologi. Fasilitas perkantoran terus ditingkatkan dan diperbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan penyewa, disamping itu efisiensi manajemen gedung memanfaatkan sistem AI. Gedung perkantoran tidak bisa lagi hanya memiliki fungsi tunggal sebagai ruang perkantoran, tetapi juga meningkatkan beragam fasilitas dan ruang kolaborasi penyewa sebagai daya tarik.

Gedung perkantoran yang dilengkapi ruang ritel modern, serta fasilitas pendukung kerja semakin dibutuhkan dan diminati penyewa. Gedung dengan fasilitas restoran, toko, kebugaran, food court modern, dan fasilitas pelengkap lain akan menjadi faktor penarik bagi penyewa ketimbang gedung-gedung yang hanya sekadar ruang kantor.

Managing Director CBRE Indonesia, Angela Wibawa, mengemukakan, tren permintaan ruang perkantoran saat ini menyasar ke gedung-gedung premium. Kualitas gedung dan teknologi menjadi pendorong okupansi yang tinggi. Permintaan terbesar di CBD Jakarta, antara lain di kawasan SCBD, Sudirman, Mega Kuningan, Kuningan dan Gatot Subroto. Sementara itu, gedung-gedung perkantoran yang relatif lama juga memperoleh okupansi di atas 70 persen. Hal itu menjadi peluang bagi pemilik gedung untuk meningkatkan fasilitas dan layanan yang pada akhirnya meningkatkan nilai aset dan sewa.

Baca JugaTahun 2026, Pengembang Properti Lebih Adaptif

Ia menambahkan, berkembangnya teknologi AI mendefiniskan ulang ruang perkantoran. Inovasi menjadi kunci. Ruang perkantoran bukan hanya sekadar gedung, tetapi butuh fasilitas dan retail yang menarik minat perusahaan dan tenaga kerja untuk datang ke kantor. Disamping itu, ruang kolaborasi dan kemudahan akses transportasi publik.

Pemilik gedung perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berinvestasi di bidang AI untuk meningkatkan aset. Perkembangan AI memegang peran penting bagi pengelola gedung agar lebih efisien dan menerapkan sistem otomasi gedung, dengan tetap memperkuat sentuhan kenyamanan bagi penghuni gedung.

“AI perlu dilihat sebagai teman dan investasi yang tepat, sehingga pengembang beradaptasi dengan mengembangkan aset yang lebih fleksibel,” ujar Angela.

Selain gedung perkantoran yang mulai tumbuh positif, CBRE Indonesia juga mencatat beberapa sektor properti lain yang tetap tumbuh adalah ritel, logistik dan kawasan industri sepanjang Januari-September 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eka Widodo PKB: Kalangan Gen Z Nilai Gibran Tak Layak Jadi Wapres
• 20 jam lalu
0
thumb
Donat Asal Tokyo I’m donut ? Hadir di Plaza Indonesia
• 4 jam lalu
0
thumb
Bank BSN gandeng HIMPERRA perluas pembiayaan perumahan syariah
• 3 jam lalu
0
thumb
Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah 2 Korban Mutilasi Madiun Diserahkan
• 21 jam lalu
0
thumb
BRI Bekali Literasi Keuangan bagi Atlet Peraih Medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.