Kronologi Helikopter Jatuh Saat Padamkan Karhutla, 2 Tewas dan 1 Masih Dicari

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Arsip - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melihat helikopter water bombing beroperasi memadamkan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (Sumber: ANTARA/Firman)

SERUYAN, KOMPAS.TV - Helikopter MI-17V5 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026). Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Helikopter itu sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Sebagaimana dilaporkan Antara, insiden terjadi sekitar pukul 11.18 WIB setelah helikopter mengalami kendala terbang saat proses pengambilan air.

Helikopter tersebut membawa delapan kru. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan perkembangan korban saat meninjau lokasi kejadian bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Seruyan, Rabu malam.

"Dia ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian," kata Zainul di Kuala Pembuang, Rabu (4/11).

Untuk membantu pencarian korban, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan enam personel penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya.

Mereka bergabung dengan tim yang disiapkan TNI AD untuk melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya helikopter.

Baca Juga: Karhutla Gambut di Pulang Pisau Kalteng Meluas, Lebih dari 600 Hektare Terbakar | BERITA UTAMA

Kronologi Helikopter MI-17V5 Jatuh

Kecelakaan bermula ketika helikopter MI-17V5 Puspenerbad lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB.

Pesawat tersebut ditugaskan membantu pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting melalui operasi water bombing.

Saat menjalankan misi, helikopter menuju perairan Desa Sungai Perlu untuk mengambil air.

Namun, ketika proses pengambilan air berlangsung, pesawat mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh sekitar pukul 11.18 WIB.

Sesaat setelah kecelakaan, TNI AD mengerahkan personel untuk mengevakuasi kru melalui jalur udara.

Dalam laporan awal TNI AD melalui Antara, satu kru ditemukan meninggal dunia, sedangkan lima lainnya selamat dan dibawa ke RSUD Kuala Pembuang.

Perkembangan berikutnya disampaikan Pangdam Zainul Arifin pada Rabu malam. Ia memastikan dua kru meninggal dunia, lima lainnya menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu orang masih dalam pencarian.

Basarnas turut mengerahkan enam penyelam terlatih dari Kantor SAR Palangka Raya untuk membantu proses pencarian di perairan Desa Sungai Perlu.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan pengerahan personel tersebut pada Rabu (4/11).

"Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan," kata Edy.

Menurut Edy, penyelam Basarnas tersebut bergabung dengan tim TNI AD. Basarnas juga menyiapkan personel Basarnas Special Group (BSG) dari Jakarta apabila dibutuhkan untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga: Mahasiswa Manado Demo di DPRD Sulut, Tuntut Pemerintah Atasi Karhutla | KOMPAS PETANG

Pangdam, Gubernur, dan Kapolda Tinjau Lokasi

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan mendatangi lokasi kecelakaan di Seruyan pada Rabu.

Mereka melakukan peninjauan dari udara sebelum menuju RSUD Kuala Pembuang untuk menemui kru yang selamat.

Agustiar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua kru helikopter. Ia juga berharap satu kru yang masih dicari segera ditemukan dalam keadaan selamat serta korban yang dirawat dapat segera pulih.

Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan menyatakan kepolisian akan membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan bersama unsur lain yang terlibat dalam operasi karhutla.

"Pada intinya saat ini saya akan membantu di dalam upaya evakuasi maupun pertolongan," kata Iwan dalam kunjungan bersama Pangdam dan Gubernur Kalteng di Seruyan, Rabu (4/11).

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • karhutla
  • water bombing
  • taman nasional tanjung puting
  • helikopter
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Temu Kangen, Mburo Ate Tedeh Jadi Momen Kedekatan Masyarakat Karo Dengan Rico Waas
• 18 jam lalu
0
thumb
Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan SD hingga Kuliah di Sidang Roy Suryo-Tifa
• 9 menit lalu
0
thumb
Fadli Zon sampaikan rekomendasi calon pahlawan nasional kepada Prabowo
• 13 jam lalu
0
thumb
Dramatis! Real Madrid Comeback 3-2 atas AEK Athens, Gol Roket Valverde Jadi Penentu
• 6 jam lalu
0
thumb
Vivo V80 FE Andalkan Tiga Kamera ZEISS 50 MP
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.