3 Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes, Nomor 3 Paling Sering Dibeli

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Diabetes atau penyakit kencing manis menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Selain faktor keturunan dan pola makan, kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu juga perlu diperhatikan karena kandungan gula di dalamnya dapat memengaruhi kadar gula darah.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Ika Mariani Ratna Devi, Sp.PD, mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih minuman sehari-hari. Melalui video TikTok pada 27 Oktober 2026, ia mengungkap tiga jenis minuman yang sebaiknya dihindari karena berpotensi meningkatkan risiko diabetes.

“Tiga minuman ini harus Anda hindari kalau Anda nggak mau terkena yang namanya kencing manis,” ucap dr. Ika Devi dalam video TikTok-nya (27/10/2026).

Lantas, apa saja minuman yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

1. Minuman Berkarbonasi

Minuman pertama yang perlu diwaspadai adalah minuman berkarbonasi atau bersoda. Meski tidak semua produk memiliki rasa manis yang kuat, dr. Ika Devi mengingatkan bahwa minuman jenis ini dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi.

“Minuman yang pertama adalah minuman berkarbonasi. Jadi minuman berkarbonasi ini macam-macam, tapi intinya pada saat kita mengonsumsi minuman berkarbonasi walaupun tidak terasa manis itu sebetulnya dia mengandung sekitar 46 gr gula,” jelas dr. Ika Devi.

Ia kemudian menggambarkan jumlah gula tersebut setara dengan sekitar 11 sendok makan gula dalam satu minuman.

“Artinya itu setara dengan minuman kita minum satu minuman terus diberikan sebelas sendok makan gula semanis itu sebetulnya,” lanjutnya.

Konsumsi gula berlebihan dapat membuat asupan gula harian meningkat. Jika menjadi kebiasaan, hal ini perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pengendalian kadar gula darah dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

2. Minuman Beralkohol

Minuman kedua yang disebut dr. Ika Devi adalah alkohol. Menurutnya, konsumsi alkohol dapat berdampak buruk terhadap kesehatan hati atau liver.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan pada organ hati dapat mengganggu proses pengaturan gula dalam tubuh. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.

“Kedua adalah alkohol. Jadi alkohol ini dia akan merusak liver kita dan pada saat liver kita itu mengalami kerusakan maka yang terjadi adalah kita tidak akan bisa menipu gula dan kemudian kedepannya tentu akan mudah terkena risiko diabetes,” ungkap dr. Ika Devi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Biaya Energi Jadi Tantangan Industri Tambang, Elektrifikasi Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing
• 7 jam lalu
0
thumb
Dari Komitmen Menuju Aksi: Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim
• 1 jam lalu
0
thumb
Dari Warung Sederhana, Ini Kisah Bu Rudy Membangun Bisnis Sambal Legendaris
• 4 jam lalu
0
thumb
Jokowi Bantah Ijazahnya Pakai Foto Dumatno: Saya Lulus Dia Masih 8 Tahun
• 5 jam lalu
0
thumb
Disinggung soal Font Skripsi 1985, Jokowi: Ribuan Skripsi Juga Seperti Itu
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.