Di Oase PTKIN, Menag Kembali Tegaskan Pentingnya Integrasi Sains dengan Nilai Agama

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA - Menteri Agama, Prof KH Nasaruddin Umar, mengingatkan kembali pentingnya meneladani sejarah kejayaan Islam (Golden Age of Islam).

Dia menyebut pada masa itu para ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Haitam berhasil memimpin peradaban dunia melalui ilmu pengetahuan dan sains.

"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Menag, saat membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).

Melalui OASE, dia mengatakan Kemenag mendorong lahirnya generasi muda PTKIN yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam sains modern guna menjawab tantangan zaman dan mendukung Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, Dirjen Pendis Kemenag, Prof Amien Suyitno, memaparkan perjalanan OASE yang dimulai sejak 2021 di Aceh, berlanjut ke Jakarta pada 2023, dan kini diselenggarakan di Yogyakarta.

Dia juga menyoroti prestasi UIN Sunan Kalijaga yang berhasil menempati peringkat terhormat dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education World University Ranking 2026.

Prof Amien menyebut UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru — seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung.

"Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," ujar dia.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan.

Dia menekankan bahwa OASE dan Kuliah Kerja Nyata Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah pertukaran gagasan dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Cuma Online, Begini Arah Inovasi Kuliah Jarak Jauh Masa Depan
• 1 jam lalu
0
thumb
Tergiur Gaji Rp40 Juta Jadi Tentara Bayaran, Warga Tulungagung Nyaris Berangkat ke Rusia
• 2 jam lalu
0
thumb
Haru Warga Padang Pariaman Terima Bantuan Kaki Palsu Gratis dari Kick Andy Foundation
• 9 menit lalu
0
thumb
AHY Kecam Penyadapan Terhadap Prabowo, Dukung Dugaan Makar Diusut
• 18 jam lalu
0
thumb
Kader Gerindra Prihatin Penyadapan Presiden oleh Mantan Kapolri
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.