Jakarta, VIVA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberi sinyal akan mengerahkan massa pendukung untuk mengawal hadirnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026) hari ini.
Isyarat itu disampaikan melalui pengumuman permohonan maaf yang disampaikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Fraksi PSI DKI Jakarta kepada masyarakat.
PSI meminta maaf apabila kehadiran massa pendukung dalam jumlah besar nantinya akan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar pengadilan.
Pengumuman itu disampaikan melalui pernyataan resmi PSI Jakarta pada Rabu tengah malam (4/11/2026).
Dalam pemberitahuannya, PSI secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di sekitar PN Jakarta Timur.
Mereka mengakui kehadiran massa pendukung berpotensi mengganggu aktivitas dan perjalanan masyarakat.
"Sehubungan dengan adanya kegiatan sidang ijazah Bapak Joko Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 5 November 2026, kami menyadari bahwa kehadiran massa pendukung dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi," demikian keterangan tertulis DPW PSI DKI Jakarta.
"Untuk itu, kami memohon maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mungkin terganggu aktivitas dan perjalanannya."
"Terima kasih atas pengertiannya," tegas partai bergambar gajah tersebut.
- PSI Jakarta
Adapun Jokowi dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu.
Perkara tersebut menyeret Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa sebagai terdakwa.
Pernyataan permohonan maaf PSI Jakarta tersebut sekaligus mengindikasikan potensi pengerahan massa pendukung Jokowi dalam jumlah besar untuk mengawal jalannya persidangan.
Sebelumnya, rumor mengenai rencana kedatangan rombongan massa pendukung mantan presiden tersebut memang telah beredar.
Hal itu dibocorkan oleh Dokter Tifa selaku terdakwa, melalui akun media sosial X @DokterTifa pada Senin (2/11/2026).
Dokter Tifa mengaku mendapat informasi rencana pengerahan massa tersebut dari seseorang yang disebut sebagai informan lapangan.
Informasi tersebut berkaitan dengan dugaan rencana pengerahan massa sebanyak 10 bus di luar massa PSI untuk datang ke PN Jaktim.






Komentar (0)