CYBR berhasil memangkas posisi rugi usaha dari semula RP30,4 miliar pada triwulan III-2025, menjadi tersisa Rp15,7 miliar pada periode sama tahun ini.
IDXChannel - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatatkan perolehan pendapatan sebesar RP92,8 miliar pada triwulan III-2026, atau tumbuh sekitar 39 persen dibanding capaian pendapatan pada periode sama di 2025 lalu.
Dari capaian tersebut, emiten yang bergerak di bisnis keamanan siber dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu mampu mendongkrak torehan laba kotor hingga 57 persen, dengan kenaikan marjin sebesar 3,4 poin persentase menjadi 29,9 persen.
"Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba kali ini. Kami juga akan terus berupaya memperkuat fundamental bisnis, sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah," ujar Presiden Direktur CYBR, Patrick Dannacher, dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Dannacher, masih ada pekerjaan bagi Perseroan untuk segera dituntaskan, dengan juga mempertimbangkan tren perkembangan di triwulan III-2026 sebagai momentum yang baik dan tepat, guna memasuki bulan-bulan terakhir di 2026 ini dengan posisi yang lebih kuat.
Secara umum, CYBR berhasil memangkas posisi rugi usaha dari semula RP30,4 miliar pada triwulan III-2025, menjadi tersisa Rp15,7 miliar pada periode sama tahun ini.
Sedangkan untuk capaian laba bersih, CYBR mampu mengantongi Rp22,6 miliar, atau tumbuh hingga 96 persen, untuk perbandingan periode yang sama.
Dannacher menjelaskan bahwa positifnya hasil kinerja di sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, tak lepas dari manfaat pajak yang signifikan, dari penyesuaian periode sebelumnya. Karenanya, angka tersebut perlu dilihat secara terpisah dari kinerja operasional perusahaan pada triwulan ketiga.
Dari sisi neraca, total ekuitas konsolidasian ITSEC Asia per 30 September 2026 mencapai Rp304,1 miliar, meningkat 18,7 persen dibanding Rp256,2 miliar pada akhir 2025.
Tak hanya itu, Perseroan juga berhasil memangkas piutang usaha sebesar 22,3 persen menjadi Rp44,8 miliar, dari posisi Rp57,7 miliar per 31 Desember 2025 lalu.
Sementara, aset kontrak tercatat sebesar Rp214,1 miliar, meningkat dari Rp187,7 miliar pada akhir 2025.
"Aset tersebut mencerminkan pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kontrak pelanggan, tetapi hak pembayaran masih bergantung pada pencapaian tahapan penagihan atau persyaratan kontraktual lainnya," ujar Dannacher.
Seiring perbaikan kinerja keuangan, Dannacher menjelaskan bahwa pihaknya juga memperluas portofolio bisnis di bidang kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber.
Pada Juli 2026, misalnya, CYBR telah meluncurkan Bronyx AI, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan keamanan.
Sebelumnya, Perseroan juga telah mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy pada Maret 2025, di mana anak usaha ini difokuskan pada pengembangan kompetensi keamanan siber dan AI melalui program pelatihan terstruktur sesuai kebutuhan industri.
Selain pengembangan produk dan talenta, ITSEC Asia memperkuat kolaborasi dengan pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan teknologi. Salah satunya melalui penyelenggaraan AICX 2026 pada 20 Oktober 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Bali.
Memasuki triwulan terakhir 2026, CYBR bakal berfokus menjaga pertumbuhan bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas pasar bagi solusi AI dan keamanan siber yang dikembangkan Perseroan.
"Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan teknologi, memperkuat kehadiran di pasar serta memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham. Fokus kami adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi ITSEC Asia," pungkasnya," ujar Dannacher.
(taufan sukma)






Komentar (0)