Pengamat Sebut Kunker Gibran ke Sulbar Penting untuk Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Pengamat Sebut Kunker Gibran ke Sulbar Penting untuk Pastikan Pembangunan Tepat SasaranNasional | inews | Rabu, 4 November 2026 - 17:11Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id – Pengamat Kebijakan Publik, M Kafrawy Saenong, menilai kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Sulawesi Barat merupakan langkah strategis dan penting untuk memastikan program pembangunan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Kafrawy merespons rangkaian kunjungan kerja Wapres Gibran di Kabupaten Mamasa dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin (2/11/2026) lalu. Dalam agenda tersebut, Wapres meninjau sarana pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pelaksanaan program bedah rumah, hingga berdialog langsung dengan para petani kakao.

Menurut Kafrawy, kehadiran langsung pemimpin negara di daerah tertinggal menjadi modal utama dalam memahami tantangan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan pelayanan dasar. 

“Langkah ini seharusnya dilakukan para pemimpin untuk turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga bukan hanya data-data yang dilihat, tetapi dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia,” ujar Kafrawy di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga:Terbongkar! 560.000 Batang Rokok Ilegal Diselundupkan lewat Jalur Laut ke Lombok

Kafrawy berpandangan bahwa peninjauan lapangan secara konsisten di daerah dengan keterbatasan akses sangat diperlukan agar investasi pembangunan infrastruktur fisik dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Pemerintah juga dituntut memastikan pelayanan publik dasar—seperti akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi warga—berjalan efektif tanpa hambatan birokrasi.

Ia menilai agenda perjalanan pejabat tinggi negara ke wilayah pelosok dan kawasan 3T perlu terus digalakkan selama aspek keamanan mendukung. “Jangan sampai ada wilayah Indonesia belum pernah didatangi oleh pemimpin negara sendiri,” ucapnya.

Kafrawy menggarisbawahi fungsi kunjungan kerja sebagai instrumen evaluasi kebijakan. Jika roda aktivitas pemerintahan hanya berkutat dan terpusat di ibu kota, pengawasan terhadap realitas di daerah dipastikan tidak berjalan optimal.

Namun, ia mengingatkan agar hasil kunjungan kerja tidak berhenti pada tataran peninjauan atau pembangunan fisik semata.

Baca Juga:Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di Jabar hingga Maluku Utara

“Kunjungan kerja ini juga hendak memastikan apa yang selanjutnya pemerintah akan lakukan untuk memajukan masyarakat. Bukan hanya sekadar pintar membangun lantas meninggalkan tanpa pemeliharaan, pendayagunaan, dan pemanfaatan yang positif bagi masyarakat,” kata Kafrawy.

#regional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ASDP Operasikan KMP Hafamati HF di Nias Selatan Mulai 5 November 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Profil Syafira Imaniar, Istri dr Gia Pratama yang Hamil Usai 8 Tahun Penantian, Pertemuan Pertama dengan Suami Disorot
• 14 jam lalu
0
thumb
Iñigo Pérez Terpukul Villarreal Dibantai PSG Setengah Lusin Gol, Enrique: Saya Turut Prihatin
• 12 jam lalu
0
thumb
Menteri PKP Apresiasi Inovasi BTN untuk Percepat Program 3 Juta Rumah, Siapkan Pembiayaan Tambahan hingga 30 Persen
• 7 jam lalu
0
thumb
5 Camilan yang Aman Dikonsumsi di Malam Hari
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.