Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kontribusi petani dan nelayan dalam mewujudkan swasembada pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026, di Gorontalo.
Dikutip dari laman jatim.brmp.pertanian.go.id, Rabu, 4 November 2026, kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 ribu peserta. Mereka terdiri atas petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut petani dan nelayan sebagai pilar utama penyedia pangan nasional. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat bertahan tanpa ketersediaan pangan.
Baca Juga :
Zulhas Sebut Surplus Beras dan Jagung Dorong Kesejahteraan PetaniPrabowo mengapresiasi perjuangan petani dan nelayan yang turut mendukung para pejuang kemerdekaan meski hidup dalam keterbatasan. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga swasembada pangan. Saat ini, Indonesia mulai membantu negara lain menghadapi ancaman krisis pangan melalui ekspor beras, jagung, dan pupuk.
(Lahan sawah kekeringan di Aceh. Foto: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
NTP capai rekor tertinggi
Kebijakan pemerintah untuk mendukung petani menunjukkan hasil positif. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Selain itu, ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun.
Melalui berbagai capaian tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi fondasi ketahanan pangan nasional. Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Indonesia. (Hasri Khairunnisa)





Komentar (0)