Gerindra soal Penyadapan Presiden oleh Listyo dkk: Bentuk Insubordinasi, Apa Sih Motifnya?

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menilai dugaan penyadapan oleh eks Kepala Staff Kepresidenan sekaligus eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk insubordinasi. Ia bahkan menyebut dugaan tersebut bisa mengarah pada tindakan makar terhadap Presiden.

“Sesuatu yang menurut saya, sesuatu yang luar biasa ya, sangat disayangkan, kemudian juga kami di Gerindra berpandangan apa sih motifnya, apa sih dasarnya, kan seperti itu. Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Sugiono, tindakan tersebut merupakan bentuk pembangkangan karena diduga dilakukan oleh institusi yang berada di bawah Presiden.

“Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi, ya. Insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden,” ujarnya.

Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajarannya yang sedang mengusut kasus tersebut. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Dan sekali lagi kami mengucapkan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya yang sudah melakukan proses ini dan tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih dalam dan lebih lanjut,” ucapnya.

Ia menyayangkan dugaan penyadapan itu terjadi di tengah pemerintahan Prabowo yang sedang menjalankan berbagai agenda pembangunan dan transformasi bangsa.

“Tapi sekali lagi ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat disayangkan karena seperti yang kita ketahui bersama, Bapak Presiden dengan berbagai program di pemerintahan yang dipimpinnya sedang melaksanakan agenda-agenda pembangunan yang tujuannya adalah melakukan transformasi bangsa ini," katanya.

"Menjadi bangsa yang menjadi negara yang merdeka, maju, berdaulat, adil dan makmur, meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan di tengah-tengah upaya seperti itu, ada upaya-upaya yang yang yang seperti ini,” kata Sugiono.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Istana kecolongan sehingga Presiden yang memiliki pengamanan berlapis tetap bisa menjadi sasaran penyadapan, Sugiono mengatakan hal tersebut masih didalami.

“Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri, kan? Gitu, kan? Dari dalam pemerintahan sendiri, makanya itu yang saya bilang, ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi yang mengarah,” tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kisah Pak Darus Obati Luka Masa Kecil di Lapangan Cijantung Bareng SSB Bapak-Bapak
• 3 jam lalu
0
thumb
Makassar Siapkan Dermaga Pulau Lanjukang untuk Wisata Bahari
• 1 jam lalu
0
thumb
Saudade Olfactory dan Asmara Abigail Rilis Parfum ‘Nomads in Time’
• 24 menit lalu
0
thumb
Penjelasan Yusril soal Kasus Listyo Sadap Presiden-Tokoh Politik
• 11 jam lalu
0
thumb
Raisa Donasikan Pendapatan MV “Nyawa dan Harapan” untuk Restorasi Habitat di Indonesia
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.