Gagal Izin Berlayar, Kapal Pesiar Mewah Berisi 2.000 Lebih Orang Mendadak Ditahan Otoritas AS

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Kapal pesiar mewah MSC Poesia yang membawa lebih dari 2.000 orang ditahan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) di Pelabuhan Miami, Florida. Penahanan tersebut memaksa perusahaan operator MSC Cruises membatalkan pelayaran selama 11 malam menuju sejumlah negara di kawasan Karibia dan Amerika Tengah, setelah kapal gagal memperoleh izin berlayar.

Kapal berbendera Panama itu semula dijadwalkan meninggalkan PortMiami pada Ahad (1/11/2026). Namun, pemeriksaan otoritas maritim AS menemukan sejumlah kekurangan pada sistem di atas kapal sehingga keberangkatannya tidak dapat dilanjutkan.

Baca Juga
  • TNi Buka Suara Soal Pengerahan Puluhan Ribu Marinir di Wilayah Jakarta
  • Pakar Sarankan Jangan Anggap Simpel Masalah Asam Lambung
  • PLN Dukung Pembangunan Gedung DPRD DIY melalui Penambahan Daya Listrik

Setelah hampir dua hari menunggu kepastian, perusahaan akhirnya mengumumkan pembatalan pelayaran pada Selasa (3/11/2026). Penumpang yang sebelumnya berharap menikmati perjalanan wisata ke enam negara harus menyusun kembali rencana perjalanan mereka.

CBS News melaporkan bahwa sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengungkapkan lebih dari 2.000 orang berada di kapal ketika otoritas AS melakukan penahanan. Namun, jumlah pasti penumpang dan awak yang berada di dalam MSC Poesia belum diumumkan secara resmi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam perkembangan terbaru, Komandan Sektor Miami Penjaga Pantai AS, Kapten Frank Florio, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan menemukan kekurangan pada sejumlah sistem kapal yang harus diperbaiki sebelum kapal dapat meninggalkan pelabuhan.

"Kami telah mengidentifikasi kekurangan pada sistem di atas kapal yang sedang kami tangani bersama MSC," kata Florio dalam pernyataan yang dikutip CBS News, Selasa (3/11/2026).

Pihak Penjaga Pantai menyatakan kapal akan tetap ditahan sampai kekurangan tersebut diperbaiki dan otoritas memberikan izin keberangkatan.

Penumpang Menunggu Dua Hari, Perjalanan Berakhir di Pelabuhan

Insiden bermula ketika MSC Poesia bersiap memulai pelayaran dari Miami pada Ahad, 1 November 2026. Para penumpang telah naik ke kapal untuk menikmati perjalanan wisata selama 11 malam mengunjungi sejumlah destinasi di Karibia dan Amerika Tengah.

Namun, sebelum kapal meninggalkan dermaga, personel Penjaga Pantai AS melakukan pemeriksaan yang kemudian diperluas menjadi pemeriksaan mendalam atau expanded examination.

Akibatnya, kapal tidak dapat bergerak meninggalkan PortMiami sesuai jadwal.

Menurut laporan The Maritime Executive, para penumpang sempat menerima penjelasan dari kapten kapal bahwa keberangkatan masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait.

Operator kapal berusaha menyelesaikan persoalan regulasi tersebut sambil terus berkoordinasi dengan Penjaga Pantai AS.

Selama kapal tertahan di Miami, penumpang masih dapat menggunakan sejumlah fasilitas kapal. Pada Senin, perusahaan bahkan menyediakan bus bagi penumpang yang ingin mengunjungi Miami. Layanan makan dan hiburan di atas kapal juga tetap berlangsung.

Namun, situasi berubah ketika perusahaan menyimpulkan bahwa persoalan yang ditemukan dalam pemeriksaan tidak dapat diselesaikan sesuai waktu yang dibutuhkan untuk melanjutkan pelayaran.

Sekitar pukul 10.00 waktu setempat pada Selasa, 3 November, para penumpang menerima pemberitahuan bahwa perjalanan dibatalkan.

Seorang penumpang mengonfirmasi kepada Cruise Radio bahwa pengumuman tersebut disampaikan setelah mereka menunggu kepastian keberangkatan selama lebih dari dua hari.

Keputusan itu mengakhiri harapan para wisatawan untuk mengunjungi sejumlah negara yang telah masuk dalam jadwal perjalanan.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemendag Gandeng TFO Kanada, 200 UKM Indonesia Disiapkan Tembus Pasar Ekspor Kerajinan dan Furnitur
• 20 jam lalu
0
thumb
Bantul Bakal Terima 400 Becak Listrik Bantuan Presiden November 2026, Penarik Becak Lansia Jadi Prioritas
• 8 jam lalu
0
thumb
Sempat Mandek 7 Tahun, Pramono Lanjutkan Pelebaran Jalan Raya Joglo
• 24 menit lalu
0
thumb
Iran Gantung 2 Pria, Disebut Terlibat Pembunuhan 4 Polisi Saat Demo
• 17 jam lalu
0
thumb
Swarna Dwipa Institute Minta Kasus Listyo Sadap Presiden Ditegaskan Sebagai Makar
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.