Banjir Lumpur Terjang Permukiman di Sukabumi, 3 Rumah Rusak

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Banjir bercampur material lumpur menerjang permukiman warga di Kampung Gang Metro, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Selasa (3/11/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, tiga rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding.

Banjir terjadi sekitar pukul 16.15 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu menyebabkan penahan tembok drainase Perumahan BMI 6 jebol hingga air meluap ke permukiman.

Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, luapan air dari drainase membawa material lumpur yang kemudian masuk ke rumah warga.

"Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan penahan tembok drainase Perum BMI 6 jebol. Akibatnya, air yang membawa material lumpur masuk ke dalam rumah warga," kata Hadi dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Hadi, dampak banjir tersebut mengakibatkan tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding. Material lumpur yang terbawa aliran air juga mengotori bagian dalam rumah warga.

"Untuk dampak kerusakan, tercatat ada tiga rumah yang mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat kejadian tersebut," ujarnya.

Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut berdampak terhadap empat kepala keluarga (KK) atau sebanyak sembilan jiwa yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Hadi menyebutkan, hingga laporan diterima, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi akibat banjir tersebut. Meski demikian, pendataan kerugian materiil masih dilakukan oleh petugas.

"Jumlah warga yang terdampak sebanyak empat KK atau sembilan jiwa. Sementara untuk korban mengungsi nihil dan kerugian masih dalam proses penghitungan," ucapnya.

Usai kejadian, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda langsung berkoordinasi dengan perangkat Desa Parungkuda, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan gabungan, serta masyarakat untuk melakukan asesmen ke lokasi.

Petugas bersama masyarakat juga melakukan penanganan di kawasan terdampak. Warga dan pegawai Perum BMI 6 bergotong royong membersihkan sisa material lumpur yang masuk ke dalam rumah.

"Saat ini warga bersama pegawai Perum BMI 6 melakukan pembersihan sisa material lumpur yang masuk terbawa air," jelas Hadi.

Dalam penanganan pascabencana, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan, di antaranya terpal, karung, material bangunan, serta perlengkapan keluarga atau family kit.

Hadi menambahkan, masyarakat di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama selama musim penghujan.

BPBD mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran drainase dan aliran air, sehingga potensi banjir akibat luapan maupun kerusakan saluran air dapat diantisipasi lebih awal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Perak Batangan Turun Rp500 Jadi Rp34.150, Cek Rinciannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Foto: Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator AS
• 1 jam lalu
0
thumb
Pelni Makassar Ingatkan Batas Bagasi Penumpang, Maksimal 40 Kg Gratis
• 6 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen pada Kuartal III, Ini Tantangan Kuartal IV
• 14 menit lalu
0
thumb
5 Fakta Betrand Peto Somasi Karyawan Sarwendah, Persoalkan Dana Rp50 Juta yang Belum Jelas
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.