TNI AD soal Penebalan Pasukan di Jakarta: Kami Harus Selalu Siap

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono merespons pertanyaan mengenai informasi penebalan pasukan TNI di Jakarta.

Donny mengatakan, TNI AD senantiasa menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel untuk menghadapi berbagai perkembangan situasi, termasuk di Ibu Kota.

"Pada prinsipnya, TNI AD senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi setiap perkembangan situasi," kata Donny saat dihubungi kumparan, Rabu (4/11).

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Menurut Donny, kesiapan TNI AD tidak hanya mencakup personel, tetapi juga satuan dan pangkalan. Penyiapan serta pengujian kesiapan tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kebutuhan dukungan apabila sewaktu-waktu diperlukan pengerahan pasukan.

"Tanpa harus menunggu adanya perkembangan situasi, TNI AD harus selalu siap. Kapan pun negara membutuhkan, TNI AD siap melaksanakan tugas sesuai perintah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelas Donny.

"Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif," lanjutnya.

Sebelumnya, informasi mengenai penebalan pasukan di Jakarta menjadi perhatian setelah beredar kabar adanya pengerahan personel TNI dalam jumlah besar untuk pengamanan Ibu Kota. Informasi tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai situasi keamanan Jakarta, tujuan pengerahan pasukan, serta durasi pengamanan yang disiapkan.

Menanggapi hal itu, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan TNI AD selalu menjaga kesiapsiagaan personel dan satuan untuk mengantisipasi berbagai perkembangan situasi. Ia menyebut pengerahan pasukan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan negara dan perintah yang berlaku.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri: Penyadapan Ilegal Sasar Nomor Presiden dan Pejabat Negara
• 19 jam lalu
0
thumb
Istana Belum Ketahui Siapa Dalang Utama di Balik Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
• 1 jam lalu
0
thumb
Federasi Sepak Bola Arab Saudi Akan Rapat dengan AFC pada 15 November 2026, Tentukan Nasib Piala Asia 2027
• 21 jam lalu
0
thumb
Istana Akui Penyadapan Listyo Sigit ke Prabowo Mengarah ke Makar: Membahayakan Negara dan Keselamatan Presiden
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI bebaskan sanksi pajak kendaraan hingga 31 Desember 2026
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.