Moms, pernah membayangkan anak belajar di tengah lingkungan yang dikelilingi pepohonan, bahkan bisa berkebun hingga memasak sendiri? Suasana seperti ini bisa ditemukan di Sekolah Alam Indonesia yang berlokasi di Cipedak, Jakarta Selatan.
Sekolah Alam Indonesia Cipedak merupakan sekolah alam pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1998. Berbeda dari sekolah pada umumnya, lingkungan belajar di sini banyak memanfaatkan unsur alam. Hal ini terlihat dari bangunan dan ornamen sekolah yang didominasi material kayu.
Meski memiliki konsep ruang terbuka, fasilitas belajar yang tersedia terbilang lengkap, termasuk sarana untuk melatih kemampuan motorik anak. Lingkungan sekolah juga terhubung langsung dengan kawasan hutan kota.
Tak hanya belajar di dalam kelas, siswa diajak melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan, seperti berkebun dan menanam sayuran, salah satunya bayam. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman memasak secara langsung, termasuk belajar mengolah dan menggoreng tempe. Aktivitas ini menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan hidup atau life skills sejak dini.
Menghadirkan Figur Ayah dan Ibu di KelasHal menarik lainnya, setiap kelas di Sekolah Alam Indonesia didampingi oleh dua guru, yakni laki-laki dan perempuan. Kepala Sekolah SD Sekolah Alam Indonesia, Diani Wijayanti, S.Hum, menjelaskan bahwa kehadiran keduanya bertujuan menghadirkan figur ayah dan ibu bagi anak-anak selama berada di sekolah.
Selain berkebun dan memasak, siswa juga dikenalkan dengan proses pengelolaan lingkungan. Salah satunya melalui keberadaan kandang ayam dan tempat budidaya maggot. Maggot yang sudah dipanen nantinya akan diolah menjadi pakan ayam sehingga sekolah memiliki sumber pakan sendiri tanpa harus selalu membeli dari luar.
Fokus pada Pendidikan Karakter AnakDiani menjelaskan bahwa Sekolah Alam Indonesia mengedepankan pendidikan karakter. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan karakteristik masing-masing sehingga tidak ada anggapan bahwa anak harus memiliki tipe kepribadian tertentu agar bisa bersekolah di sana.
"Kita akan mengatakan yang ini memang kita adalah sekolah karakter. Yang kita kuatkan adalah karakter anak-anak. Jadi sehingga kita selalu melihat anak-anak itu selalu kertas putih," ujar Diani kepada kumparanMOM, Selasa (3/11).
Ia menegaskan, sekolah juga tidak membatasi penerimaan siswa berdasarkan gaya belajar atau karakteristik tertentu, misalnya anak yang memiliki kecenderungan kinestetik.
"Jadi nggak harus bilang, oh anaknya harus kinestetik di sini, no. Jadi kita kondisi semua anak itu there's no problem at all gitu kan," sambungnya.
Sebelum diterima sebagai siswa, anak akan mengikuti proses sit-in atau trial class selama satu pekan. Dalam proses tersebut, sekolah juga melakukan observasi bersama psikolog sekolah untuk melihat kesiapan dan kematangan anak. Selain itu, kesiapan orang tua untuk bekerja sama dalam mendampingi proses pendidikan turut menjadi pertimbangan karena Sekolah Alam Indonesia menerapkan konsep community-based school.
Karakter utama yang ingin dibangun adalah sikap atau attitude, terutama akhlak. Anak juga diarahkan untuk memiliki kematangan sebagai calon pemimpin, dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum nantinya memimpin orang lain. Untuk mendukung hal tersebut, siswa banyak mengikuti aktivitas kelompok, seperti diskusi bersama atau group discussion.
Biaya Sekolah Alam IndonesiaBagi Anda yang tertarik menyekolahkan anak di Sekolah Alam Indonesia, Diani turut menjelaskan gambaran biaya pendidikan untuk jenjang sekolah dasar.
Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) yang perlu disiapkan orang tua sekitar Rp23 juta. Sementara itu, biaya operasional tahunan sebesar Rp4,2 juta dan biaya guru yang dibayarkan setiap bulan sebesar Rp1,2 juta.
Dengan konsep pembelajaran yang memadukan pendidikan karakter, keterampilan hidup, dan kedekatan dengan alam, Sekolah Alam Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak.






Komentar (0)