Cerita Alif Hijriah: Bertekad Ubah Nasib, Kini Berbuah Kesuksesan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kisah inspiratif datang dari Alif Hijriah, atau yang lebih dikenal di media sosial sebagai Alif Towew. Di balik kesuksesannya sebagai pendiri platform teknologi pendidikan (EdTech) Cerebrum dan kreator konten edukasi matematika yang viral, pemuda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini ternyata pernah melewati masa muda yang penuh perjuangan.

Saat baru seminggu menginjakkan kaki di bangku kuliah, Alif harus menelan pil pahit. Ayahnya meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung. Tragedi ini seketika menempatkan Alif sebagai tulang punggung bagi ibu dan kedua adiknya yang masih bersekolah di tingkat SD dan SMP.

"Saat itu perasaan saya campur aduk. Sedih kehilangan ayah, sekaligus bingung memikirkan siapa yang akan membayar kontrakan dan menafkahi keluarga, mengingat kami masih mengontrak dan ibu tidak bekerja. Saya bahkan sempat berpikir untuk berhenti kuliah agar bisa langsung bekerja," kenang Alif dalam dialog di program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 4 November 2026. 

Namun, berkat bimbingan spiritual dari guru agamanya, Alif mengurungkan niat untuk putus kuliah. Ia bertekad untuk bangkit dan mengambil alih peran sebagai perantara rezeki bagi keluarganya.
 

Baca Juga :

Anjas Maradita, Menjadi Pencipta di Era AI

Pemerintah dan berbagai institusi pun hadir menjadi jalan keluar bagi Alif. Ia berhasil mempertahankan prestasi akademisnya hingga meraih beasiswa penuh Bidikmisi (kini KIP-K) dan beasiswa dari Yayasan Salman. Untuk menambah pundi-pundi penghasilan, Alif bekerja serabutan mulai dari menjadi asisten dosen, asisten laboratorium, hingga memberikan les olimpiade untuk siswa SMP dan SMA.

"Dari beasiswa dan berbagai pekerjaan sampingan itu, saya bisa mengumpulkan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. Seluruh uang tersebut langsung saya berikan kepada Mama untuk membayar kontrakan dan biaya hidup sehari-hari," tutur Alif.

Kegigihan Alif di usia muda kini berbuah manis. Ia sukses mendirikan Cerebrum, sebuah platform bimbingan belajar berbasis aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 3 juta pengguna, dengan 300.000 pengguna aktif berbayar. Platform ini tidak hanya melayani siswa sekolah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mengikuti seleksi tes kedinasan dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Secara personal, kesuksesan ini memungkinkan Alif mewujudkan bakti tertingginya yakni memberangkatkan sang ibu ke Tanah Suci untuk ibadah umrah, serta membelikan rumah idaman setelah 40 tahun hidup berpindah-pindah kontrakan.

Mendekatkan Matematika dengan Kehidupan Sehari-hari

Selain sebagai technopreneur, nama Alif Towew melambung berkat konten-konten uniknya di media sosial. Ia secara kreatif menggunakan ilmu Pemodelan Matematika untuk membedah fenomena kasual sehari-hari, mulai dari perdebatan "bubur diaduk vs tidak diaduk" hingga memprediksi juara Piala Dunia FIFA menggunakan metode probabilitas Distribusi Poisson.

"Pemodelan matematika itu pada intinya adalah mendeskripsikan fenomena kehidupan sehari-hari ke dalam sudut pandang matematika. Jadi matematika bukan hanya angka di kertas, tapi bisa digunakan untuk memprediksi durasi lampu merah yang efisien di jalanan agar tidak macet, memprediksi skor pertandingan bola dengan analisis Monte Carlo, hingga memprediksi kapan pandemi COVID-19 berakhir," jelas Alif antusias.

Melalui konten kreatif dan platform Cerebrum, Alif membuktikan bahwa matematika adalah ilmu yang dekat dan relevan dengan kehidupan, serta memastikan bahwa akses pendidikan yang berkualitas harus bersifat inklusif bagi semua kalangan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
RSPO tegaskan akuntabilitas dalam tangani krisis karhutla di Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
Pengajian Tak Biasa di Sultra, Pendakwah Ceramah 90 Menit dari Dalam Kubur
• 8 jam lalu
0
thumb
Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat
• 16 jam lalu
0
thumb
Korut tolak tuduhan provokatif AS sebagai dalang peretasan Binance
• 8 jam lalu
0
thumb
KPK Tak Tutup Kemunginan Menhut Dipanggil ke Sidang Bupati Kuansing
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.