Analisis: Komunike Pleno Kelima Menyembunyikan Kebohongan dan Ketakutan Partai Komunis Tiongkok

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Komunike Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-20 memuji Xi Jinping karena telah memecahkan persoalan siklus sejarah berupa kekacauan, kemakmuran dan kemunduran, serta pergantian dinasti. Namun, para pakar menunjukkan bahwa di balik kata-kata dalam komunike tersebut tersembunyi kebohongan dan ketakutan mendalam PKT. Bagaimanapun PKT berupaya mempertahankan kekuasaannya, pada akhirnya mereka tidak akan bisa menghindari kehancuran.

EtIndonesia.com Pada 1 November, media pemerintah PKT menerbitkan secara lengkap dokumen yang disahkan dalam Sidang Pleno Kelima, berjudul Keputusan Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok tentang Sejumlah Masalah Penting dalam Memajukan Pemerintahan Partai Secara Menyeluruh dan Ketat Secara Berkesinambungan.

Komunike tersebut menyatakan bahwa Xi Jinping telah berhasil keluar dari siklus sejarah berupa kekacauan, kemakmuran, dan kemunduran. Istilah ini berasal dari percakapan terkenal antara mantan pemimpin PKT Mao Zedong dan aktivis sosial Tiongkok Huang Yanpei, yang dikenal sebagai “Dialog di Gua Yaodong”.

Pada Juli 1945, ketika berkunjung ke Yan’an, Huang Yanpei mengajukan sebuah pertanyaan kepada Mao Zedong: apakah PKT mampu menemukan jalan baru untuk keluar dari siklus sejarah pergantian dinasti?

Mao menjawab bahwa PKT telah menemukan jalan baru, yaitu demokrasi, dengan membiarkan rakyat mengawasi pemerintah.

Namun, sejak PKT merebut kekuasaan pada 1949 hingga sekarang, sudah lebih dari 70 tahun berlalu, dan Tiongkok belum mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya.

Komentator isu terkini Zhou Xiaohui menulis dalam sebuah artikel di The Epoch Times bahwa kini PKT dengan tanpa malu-malu memasukkan kebohongan tersebut ke dalam dokumen Keputusan. “Jika bukan menipu diri sendiri dan orang lain, lalu apa namanya?”

Selain kebohongan, di balik kata-kata dalam komunike tersebut juga tersembunyi ketakutan mendalam PKT.

Zhou Xiaohui mengatakan bahwa komunike itu menyebutkan telah “menghilangkan berbagai bahaya tersembunyi serius yang terdapat di dalam partai, negara, dan militer”. Pernyataan ini mengungkapkan bahwa terdapat banyak masalah di dalam tubuh partai, pemerintahan, dan militer PKT, misalnya persoalan ketidaksetiaan sejumlah besar pejabat.

Meskipun PKT menyatakan telah “menghilangkan bahaya tersembunyi yang serius”, siapa yang bisa menjamin bahwa bahaya-bahaya yang belum disingkirkan tidak akan berkembang menjadi ancaman serius?

Selain itu, komunike tersebut juga menyebutkan bahwa “seiring dengan perubahan mendalam dalam situasi dunia, kondisi nasional, dan kondisi partai, upaya menjalankan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat juga menghadapi banyak situasi serta persoalan baru”.

Zhou Xiaohui menganalisis bahwa dari sudut pandang situasi internasional, dokumen Keputusan menyatakan: “Perubahan besar dunia yang belum pernah terjadi selama satu abad terakhir berlangsung semakin cepat … Perimbangan kekuatan internasional mengalami penyesuaian mendalam, unilateralisme dan proteksionisme semakin meningkat, ancaman hegemoni dan politik kekuasaan semakin besar, konflik geopolitik dan perang lokal terus berlangsung … Dunia memasuki periode baru yang penuh gejolak dan perubahan, sementara faktor ketidakpastian dan ketidakpastian yang sulit diprediksi dalam lingkungan eksternal semakin bertambah.”

Terus terang, hal ini berarti bahwa di bawah tekanan menyeluruh dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, serta ketika negara-negara Barat mengikuti langkah Trump untuk melindungi pasar domestik dan mencegah berbagai bentuk infiltrasi PKT, rezim tersebut menghadapi tekanan besar di bidang politik, ekonomi, dan diplomasi.

Tekanan ini juga membuat para pejabat tinggi yang berusaha mempertahankan kekuasaan PKT merasa sangat ketakutan.

Zhou Xiaohui mengatakan, “Karena kekayaan mereka dan masa depan anak-anak mereka, sebagian besar sudah berada di negara-negara Barat. Jika hubungan dengan Amerika Serikat dan Eropa sampai benar-benar memburuk, pihak yang terkena sanksi bukan hanya perusahaan dan universitas, tetapi juga semakin banyak pejabat tinggi PKT.”

“Kedua, dari sudut pandang situasi dalam negeri Tiongkok, dokumen Keputusan menyebutkan bahwa “masalah ketidakseimbangan dan ketidakcukupan pembangunan masih menonjol; struktur kependudukan, kelompok sosial, dan pola kepentingan terus berubah; digitalisasi, jaringan internet, serta kecerdasan buatan berkembang pesat; cara hidup dan bentuk organisasi dalam kegiatan sosial semakin beragam; berbagai pemikiran dan nilai saling berinteraksi serta berbenturan … tugas menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial menjadi semakin berat”.

Zhou Xiaohui mengatakan, secara terus terang, PKT mengakui bahwa pembangunan sosial tidak merata, kesenjangan kaya dan miskin sangat besar, penuaan penduduk semakin serius, kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir orang, sementara kehidupan masyarakat biasa semakin sulit.

Selain itu, seiring dengan meluasnya penggunaan internet dan kecerdasan buatan (AI), cara hidup masyarakat sedang mengalami perubahan dan pemikiran mereka semakin beragam. Akibatnya, upaya PKT untuk mencuci otak masyarakat menjadi semakin sulit.

Karena itu, PKT perlu menemukan jalan agar dapat terus memperdalam reformasi dan mencegah konflik sosial semakin memanas, yang dapat menyebabkan peningkatan tajam faktor-faktor ketidakstabilan.

Namun, Zhou Xiaohui berpendapat bahwa selama PKT tidak melepaskan sistem kediktatoran satu partai, tidak berhenti merebut keuntungan dari rakyat, dan tidak mengizinkan rakyat mengawasi pemerintah, serta tetap mengandalkan mesin kekuasaan diktator untuk menekan dan menindas rakyat biasa dengan kekerasan, rezim tersebut tidak akan pernah menemukan jalan keluar.

“Rakyat tidak takut mati. Lalu, bagaimana mungkin kematian bisa digunakan untuk menakut-nakuti mereka?”

Pada akhirnya, akan tiba saatnya PKT menyadari bahwa dirinya sudah berada dalam situasi tanpa jalan keluar.

Selain tekanan eksternal, komunike tersebut juga mengakui adanya krisis di dalam tubuh partai. Dokumen Keputusan menyebutkan bahwa “struktur keanggotaan partai telah mengalami perubahan struktural”, “sejumlah kecil anggota partai dan kader, termasuk pejabat tinggi, memiliki karakter kepartaian yang lemah”, serta “formalisme, birokratisme, hedonisme, dan gaya hidup mewah semakin serius … bahkan terjadi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi serta kemerosotan moral”.

Zhou Xiaohui mengatakan, secara terus terang, upaya pencucian otak yang dilakukan PKT selama bertahun-tahun sebagian besar telah gagal. Artinya, tidak banyak anggota PKT yang benar-benar percaya kepada partai tersebut.

Ia mengatakan secara blak-blakan bahwa PKT adalah partai yang dipenuhi berbagai praktik korupsi, penyelewengan, dan skandal seksual; partai yang mengharuskan anggotanya menjilat dan menyanjung atasan agar bisa memperoleh jabatan.

Mulai dari anggota Komite Tetap Politbiro, anggota Politbiro, hingga pejabat tingkat akar rumput, banyak diantaranya merupakan “benalu” yang telah menggelapkan uang hingga ratusan juta, bahkan puluhan miliar atau ratusan miliar yuan.

Partai yang membuat rakyatnya sendiri tidak mampu berobat, membeli rumah, menyekolahkan anak, ataupun menanggung biaya hidup di masa tua, tetapi justru menghambur-hamburkan uang ke luar negeri.

Partai yang memperlakukan rakyatnya sendiri seperti rumput liar, bahkan secara sewenang-wenang mencuri organ tubuh mereka, tetapi bersikap sangat murah hati kepada pejabat dan rakyat negara lain.

Bukan hanya masyarakat Tiongkok yang tidak mempercayainya. Berapa banyak anggota partai dan pejabat PKT sendiri yang benar-benar mempercayai partai tersebut?

Zhou Xiaohui berpendapat bahwa perubahan besar dalam situasi dunia, kondisi nasional, dan kondisi internal partai selama setahun terakhir telah menimbulkan ketakutan mendalam yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan PKT.

Termasuk Xi Jinping, para sesepuh partai, dan tokoh-tokoh berpengaruh di militer, sebenarnya semuanya sangat takut kehilangan kekuasaan dan kehilangan segala sesuatu yang mereka miliki.

Namun, bagaimanapun PKT berupaya mempertahankan kekuasaannya, pada akhirnya mereka tetap tidak akan bisa menghindari siklus sejarah pergantian dinasti. Titik terjadinya perubahan besar seringkali datang pada saat yang tidak terduga.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Profil Plt KSP Ariyo Windutomo, Jenderal Tempur Kepercayaan Prabowo yang Miliki Karier Mentereng
• 2 jam lalu
0
thumb
Bungkam Selangor FC Academy di Final, MilkLife Strikers Juara Singa Cup 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Peringkat Kampus Jangan Cuma Jadi Piala di Lemari, Harus Berdampak bagi Masyarakat
• 7 jam lalu
0
thumb
Barantin-KP2MI sepakati pos bersama di bandara dan pelabuhan
• 23 jam lalu
0
thumb
Ramalan Zodiak Aries Bulan November 2026
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.