Sebanyak 33 petugas gabungan TNI-Polri dan warga mengalami luka saat mengamankan aksi demonstrasi penolakan konser penyanyi Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11) sore.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, aksi penolakan tersebut diikuti sekitar 300 orang. Massa menyampaikan aspirasi mulai pukul 15.30 WIB hingga akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.
"Di sore hari mulai pukul 15.30 WIB, ada aksi penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat yang sudah memberikan pemberitahuan sebanyak 300 orang terkait tentang penolakan konser Andrea Bocelli," kata Budi di Jakarta, Rabu (4/11).
Massa yang mengikuti aksi berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, hingga Bogor.
Pengamanan dilakukan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya, TNI, dan seluruh stakeholder terkait. Menurut Budi, petugas memberikan pelayanan terhadap dua kegiatan masyarakat yang berlangsung di kawasan JIExpo, yakni aksi penolakan dan konser Andrea Bocelli.
"Sudah dilakukan pengamanan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya bersama Dandim dan seluruh stakeholder dalam mengamankan, memberikan pelayanan terhadap dua kegiatan tadi. Yang pertama pengamanan tentang konser Andrea Bocelli, yang kedua tentang penyampaian aspirasi," kata Budi.
Audiensi Buntu
Budi menyebut, sebelum terjadi insiden pelemparan, pihak yang menolak konser telah melakukan audiensi dengan pihak penyelenggara dan panitia. Pertemuan tersebut bahkan telah berlangsung sebanyak tiga kali, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.
"Walaupun sudah dilakukan kegiatan audiensi pertemuan antara pihak yang menolak adanya pelaksanaan konser dengan pihak penyelenggara dan panitia. Sudah diadakan pertemuan tiga kali, tetapi ini tidak menemukan titik temu, akhirnya terjadi pelemparan batu kepada petugas pengamanan," ujarnya.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 33 petugas mengalami luka. Korban terdiri dari anggota TNI, kepolisian, serta warga masyarakat.
Budi mengatakan, korban mengalami luka akibat lemparan batu, kayu, dan benda lainnya. Sebagian korban juga mengalami sesak napas akibat terhimpit saat insiden berlangsung.
"Setelah pelemparan batu, ada 33 petugas yang terluka, termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat. Ini juga sudah dilakukan penanganan oleh Bid Dokkes Polda Metro Jaya," jelasnya.
Dari jumlah tersebut, masih terdapat tiga orang yang menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Sementara korban lainnya telah mendapatkan penanganan medis.
"Sisa tiga yang masih dilakukan rawat inap di beberapa rumah sakit, ya dalam kondisi luka ataupun terhimpit sesak napas karena diserang dari adanya perlemparan batu, kayu, dan lain-lain dari pihak yang melakukan aksi penyampaian aspirasi," ungkap Budi.
Konser Berjalan Lancar
Di sisi lain, pengamanan konser Andrea Bocelli tetap berjalan. Konser tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Kepolisian juga memastikan keselamatan pengunjung, tamu undangan, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Budi mengatakan, setelah konser selesai, para penonton dan tamu undangan dapat meninggalkan lokasi dengan aman. Namun, sempat terjadi kepadatan lalu lintas karena banyaknya kendaraan yang keluar dari kawasan JIExpo.
"Intinya setelah selesai, artis juga dievakuasi secara aman. Para penonton, tamu undangan juga pulang memang sedikit adanya tingkat kemacetan. Karena beberapa pintu dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas," tuturnya.
Ia menambahkan, meski sempat terjadi sejumlah insiden selama rangkaian kegiatan, situasi secara keseluruhan dapat dikendalikan oleh petugas gabungan.
"Intinya tadi malam ada insiden beberapa, tapi alhamdulillah semua dapat terkendali," pungkasnya.






Komentar (0)