BATAM, KOMPAS.TV - Indonesia akan membangun industri petrokimia berskala global untuk melawan posisi Singapura melalui rencana pembangunan Ammonia Hub oleh PT Pupuk Indonesia di Batam, Kepulauan Riau, untuk mengoptimalkan gas alam domestik sekaligus memperkuat hilirisasi industri nasional.
Sebagai produsen amonia terbesar di Timur Tengah, Afrika Utara, dan kawasan Asia Pasifik dengan produksi mencapai 7,1 juta ton per tahun, PT Pupuk Indonesia berencana melakukan ekspansi bisnis dengan membangun Ammonia Hub baru di Batam, Kepulauan Riau, dengan mengoptimalkan potensi gas alam dari wilayah Natuna dan Grissik.
Proyek dengan investasi senilai 500 juta dolar AS atau setara Rp8 triliun hingga Rp10 triliun ini menjadi langkah strategis memprioritaskan pemanfaatan sumber daya alam gas bumi.
Menanggapi rencana investasi tersebut, Badan Pengusahaan Batam atau BP Batam siap memberikan kemudahan perizinan pembangunan Ammonia Hub.
BP Batam juga akan membentuk tim bersama Pupuk Indonesia guna memastikan kelancaran investasi dan ketersediaan pasokan energi, termasuk memanfaatkan potensi dari sumber energi yang tidak mengganggu kebutuhan pabrik masyarakat.
Proses pembangunan Ammonia Hub ini diperkirakan akan menyerap hingga 8.000 pekerja selama masa konstruksi serta dapat mengembangkan industri petrokimia dalam negeri dan memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: 11 Kereta Jarak Jauh Tambah Pemberhentian di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara
#batam #pupukindonesia #ammoniahub #petrokimia
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- noads
- ammonia hub
- petrokimia
- pupuk indonesia
- batam






Komentar (0)