Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan perbaikan kualitas udara di Kalimantan dan Sumatra, setelah berbulan-bulan bertahan pada kategori 'sangat tidak sehat' hingga 'berbahaya' akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan pemantauan KLH, kualitas udara Kota Palangka Raya masih berada di level berbahaya pagi ini, Rabu (4/11), dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tembus 1.010. Namun, kualitas udara di sejumlah wilayah lainnya berada di level 'tidak sehat'.
Kualitas udara berbahaya dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karenanya, KLH menganjurkan setiap orang untuk menghindari aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, ketika kualitas udara mencapai level tidak sehat, setiap orang dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Bagi penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan, dianjurkan untuk memperhatikan gejala yang mungkin timbul dan mengikuti petunjuk kesehatan.
Berikut daftar singkat wilayah dengan kualitas udara terburuk pagi ini, Rabu (4/11):
- Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.010 dengan polutan utama PM10 (berbahaya)
- Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 182 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Wonotirto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, nilai ISPU 153 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatra Selatan, nilai ISPU 151 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 143 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 125 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kota Padang, Sumatra Barat, nilai ISPU 119 dengan polutan utama PM10 (tidak sehat)
- Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, nilai ISPU 115 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kabupaten Bengkalis, Riau, nilai ISPU 108 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
- Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, nilai ISPU 108 dengan polutan utama PM2,5 (tidak sehat)
Asap karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, seperti partikel halus PM2,5 dan PM10, karbon monoksida (CO), karbon dioksida, serta senyawa lain hasil pembakaran tidak sempurna. Partikel halus memiliki ukuran sangat kecil hingga berpotensi masuk ke saluran pernapasan, menyebabkan iritasi, peradangan, atau gangguan fungsi pernapasan.
Nilai ISPU tergolong "baik" berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.
Nilai ISPU "sedang" berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, nilai ISPU untuk level "tidak sehat" berada dalam rentang 101-200. Di tingkat ini, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level "sangat tidak sehat" pada rentang 201-300.
Kualitas udara menjadi tergolong berbahaya ketika nilai ISPU-nya lebih dari 300. Pada level ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.





Komentar (0)