Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Cermati Pemilu Sela AS

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026), setelah memangkas sebagian kenaikan sebelumnya.

Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Cermati Pemilu Sela AS. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026), setelah memangkas sebagian kenaikan sebelumnya.

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan daya tarik logam mulia. Sementara, investor mencermati hasil pemilu paruh waktu AS untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan fiskal negara tersebut.

Baca Juga:
Kinerja Laba Emiten Terbaik dalam 3 Tahun, tapi Tak Semua Sektor Ikut Berpesta

Harga emas spot turun 0,42 persen menjadi USD3.930,32 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas sempat merosot hingga 1 persen dan menyentuh level terendah sesi di USD3.893,31 per troy ons.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat Seiring Bangkitnya Kembali Sektor Kecerdasan Buatan

Penurunan harga minyak dunia sempat meredakan kekhawatiran inflasi dan memberikan ruang bagi emas untuk menguat sementara.

Namun, harga logam mulia kembali berbalik melemah.

Baca Juga:
Suahasil Pastikan Kemenkeu Tak akan Masuk Jadi Pemilik Saham BEI

Harga minyak turun ke level terendah dalam tiga pekan seiring pasar mencermati pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Iran.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan akibat serangan terbaru dalam kedua konflik tersebut masih membayangi pasar.

"Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi tekanan bagi harga emas," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, seperti dikutip Reuters.

Dolar AS menguat tipis ketika investor mencermati ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran serta hasil pemilu paruh waktu. Pada saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak naik.

Di sisi lain, sedikit meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan dukungan bagi emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada Desember mencapai 79 persen.

Perhatian investor juga tertuju pada pemilu AS yang berlangsung Selasa.

Sejumlah jajak pendapat dan analis independen memperkirakan Partai Demokrat berpeluang merebut kendali House of Representatives (DPR) dari Partai Republik. Sementara itu, persaingan untuk menguasai Senat masih belum pasti.

Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi menekan dolar AS karena dapat mempersulit pemerintahan untuk meloloskan undang-undang, termasuk kebijakan terkait batas utang pemerintah.

"Jika dolar AS melemah, hal itu bisa menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas," ujarnya.

Sementara itu, World Gold Council (WGC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan investasi emas sepanjang tahun ini menjadi 200 ton, dari perkiraan sebelumnya sebesar 400 ton.

Meski demikian, lembaga tersebut menaikkan estimasi pembelian emas oleh bank sentral.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun prospek permintaan investasi melemah, pembelian oleh bank sentral masih menjadi salah satu penopang pasar emas dunia. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi Pemalang, KPK Telusuri Pertemuan Anggota DPRD Bersama Bupati Anom
• 20 jam lalu
0
thumb
Asap Karhutla Masih Mengintai, Ribuan Masker KN95 dan Susu Steril Disalurkan ke Palangka Raya
• 17 jam lalu
0
thumb
Bahlil Targetkan Fasilitas Storage Cadangan Minyak RI Bisa Tampung hingga 90 Hari
• 16 jam lalu
0
thumb
Hasil Babak I Atletico Vs Bayern: Sengit! Skor Kacamata Hiasi Babak Pertama
• 5 jam lalu
0
thumb
Polri Rotasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Penting di Mabes hingga Daerah Berganti
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.