Suahasil Proyeksi Ekonomi Kuartal III 2026 Tetap Kuat di Tengah Berbagai Tekanan, Ini Penopangnya

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Optimisme tersebut melanjutkan tren positif realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 yang mencatatkan angka 5,29 persen secara tahunan.

Suahasil Proyeksi Ekonomi Kuartal III 2026 Tetap Kuat di Tengah Berbagai Tekanan, Ini Penopangnya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tetap terjaga kuat di tengah volatilitas dan tekanan ekonomi global. 

Optimisme tersebut melanjutkan tren positif realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 yang mencatatkan angka 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga:
Belanja Membengkak, Suahasil Tambah Rp50 Triliun Target Penerimaan APBN 

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 diperkirakan tetap kuat di tengah tekanan global,” kata Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Suahasil menjelaskan bahwa daya tahan ekonomi nasional disokong kuat oleh solidnya permintaan domestik serta kinerja ekspor yang tetap positif. Konsumsi rumah tangga terjaga berkat kesinambungan stimulus fiskal pemerintah.

Baca Juga:
Yield SBN Tembus 7,7 Persen, Suahasil Pastikan Pembiayaan APBN Tetap Kredibel

Dalam hal ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan sebagai shock absorber melalui penyaluran subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, hingga program penyerapan tenaga kerja.

Dari sisi investasi, pertumbuhan diperkirakan tetap terakselerasi berkat realisasi proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur prioritas nasional.

Baca Juga:
Bunga Surat Utang Pusat Naik, Suahasil Wanti-Wanti Rencana Obligasi DKI

“Sementara itu, konsumsi pemerintah didukung oleh percepatan belanja dan penyaluran bantuan sosial,” ujar dia.

Di sektor eksternal, kinerja ekspor nonmigas mencatatkan peningkatan seiring upaya mengoptimalkan momentum penguatan harga serta permintaan komoditas global.

Kondisi ekonomi makro yang solid juga tecermin dari sejumlah indikator riil. Penjualan mobil dan sepeda motor mencatatkan pertumbuhan tinggi masing-masing sebesar 28,1 persen (yoy) dan 15,4 persen per September 2025.

Di saat yang sama, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia terus berada di zona ekspansif, naik dari level 52 pada September 2026 menjadi 54 pada Oktober 2026.

“Dengan perkembangan tersebut ekonomi Indonesia di tahun 2026 diprakirakan tumbuh di sekitar 5,4-5,5 persen year on year,” kata dia.

Untuk mengawal target pertumbuhan tersebut, pemerintah terus memperkuat sinergi bauran kebijakan bersama Bank Indonesia (BI) serta berkolaborasi dengan Danantara melalui pendekatan two arms of the state demi menjaga stabilitas serta memacu pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Balik Perang Iran, Ada Manuver Besar China di Timur Tengah
• 16 jam lalu
0
thumb
AFC Resmi Tunda Piala Asia ke Desember 2027, WAFF Buka Kans Gelar Piala Asia Barat untuk Isi Kekosongan Turnamen
• 4 jam lalu
0
thumb
BMKG Prakirakan Sejumlah Daerah Dilanda Hujan pada 4 November, Ini Rinciannya
• 10 jam lalu
0
thumb
Pendapatan Pyridam Farma Tumbuh 17,2 Persen di Kuartal III 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Gubernur BI: Transaksi LCT naik dua kali lipat capai 52,6 M dolar AS
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.