Dengarkan Masukan Pelanggan, KAI Batal Ubah Nama Kereta

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan rencana perubahan nama sejumlah kereta dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Keputusan tersebut diambil setelah KAI menerima berbagai masukan dari pelanggan, komunitas perkeretaapian, hingga media.

Sebelumnya, KAI berencana melebur sejumlah nama Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Perubahan ini sempat terlihat pada pemesanan tiket di aplikasi Access by KAI untuk keberangkatan 1 Desember 2026.

Seperti KA Sembrani dan KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sempat berubah nama menjadi KA Anggrek. Sementara KA Gumarang dan KA Kertajaya dilebur menjadi nama KA Dharmawangsa.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba pun merespons soal rencana perubahan nama tersebut. Anne mengatakan, perubahan nama kereta sebelumnya dilakukan untuk menyederhanakan penamaan layanan.

“Jadi, sebenarnya tidak diubah tetapi ada beberapa kereta yang memang digabungkan untuk simplify, di mana sebenarnya ini kita melihat ada penambahan-penambahan kereta supaya kita tidak menambah nama ketika kita menambah kereta,” terang Anne saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Namun, KAI akhirnya memutuskan mempertahankan nama kereta yang sudah dikenal masyarakat setelah mempertimbangkan berbagai masukan.

“Tidak ada niat untuk pengurangan pelayanan. Tetapi dengan berbagai masukan yang diberikan oleh pelanggan dan juga teman-teman komunitas, media, dan yang lainnya, akhirnya tadi malam nama-nama tersebut sudah dikembalikan ya kepada nama yang semula agar perjalanan kita bisa lebih enjoy lagi bersama dengan pelanggan-pelanggan kita,” ungkap Anne.

Selain perubahan nama, KAI juga merespons masukan pelanggan terkait fasilitas toilet di dalam kereta. Anne menerangkan, berdasarkan survei customer satisfaction index, terdapat peningkatan jumlah penumpang perempuan yang menggunakan layanan kereta api.

“Ternyata penumpang perempuan itu naik, jadi lebih banyak daripada laki-laki, sehingga customer satisfaction index survey meminta kita untuk menambah toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan,” terang Anne.

KAI pun memastikan fasilitas toilet terpisah tersebut telah diterapkan pada rangkaian kereta baru yang dipesan melalui PT Industri Kereta Api (INKA).

“Dan itu sudah diimplementasikan dan untuk kereta-kereta baru yang 612 yang saat ini diinvestasikan ke INKA, itu sudah memisah toilet perempuan dan juga laki-laki,” tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Korban TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia Terdiri dari Warga Sipil hingga Eks TNI-Polri
• 20 jam lalu
0
thumb
PDIP Kecam Listyo Sigit Dkk Sadap Presiden-Ketum Parpol: Langgar HAM dan Hak Demokratis Warga
• 4 jam lalu
0
thumb
16 Media Ramaikan Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Jadi Ajang Silaturahmi Jurnalis Sepak Bola Indonesia
• 10 jam lalu
0
thumb
AS Kembali Serang Iran Diam-Diam, Targetnya Pulau Qeshm
• 15 jam lalu
0
thumb
Menhub Dudy Purwagandhi Minta Operator Transportasi Siapkan Rencana Operasi Nataru 2026/2027, Keselamatan Jadi Prioritas
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.