Keluhan Warganet soal Layanan Publik, Wamenkes: Cerminkan Disidentifikasi Nasional

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Keluhan Warganet soal Layanan Publik, Wamenkes: Cerminkan Disidentifikasi NasionalNasional | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 19:29

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menilai maraknya keluhan warganet mengenai sulitnya menjalani kehidupan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

"Belakangan ini saya sering mendengar keluhan netizen di internet yang mengatakan ada yang bilang yang berat bukan jadi dewasa, tapi jadi WNI. Ada lagi yang bilang hidup cuma sekali jadi WNI," ujar Dante dalam acara Balai Besar (BB) Binomika Customer Forum 2026 di Kuningan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Baca juga: Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen

Meski sejumlah ungkapan tersebut terkesan sebagai candaan di media sosial, fenomena itu mencerminkan adanya disidentifikasi masyarakat akibat ketidakpuasan atas pelayanan publik.

Baca Juga:Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab 25 Pati Polri Malam Ini

"Mungkin cuitan-cuitan seperti itu kelihatan lucu, tapi itu mencerminkan disidentifikasi nasional. Disidentifikasi nasional tersebut muncul karena ketidakpuasan kita pada layanan pemerintah," katanya.Sektor kesehatan menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada tindakan kuratif atau pengobatan. Aspek diagnostik, termasuk ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium, juga harus menjadi perhatian.

"Di dalam layanan diagnostik, pasien menunggu dengan cemas hasil laboratoriumnya, kemudian pasien juga membutuhkan keakuratan. Dan saya minta untuk meningkatkan kapabilitas keakuratan ini di tingkat laboratorium Kementerian Kesehatan dan secara nasional," ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, dia menekankan pentingnya kontribusi Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) untuk menjamin hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat.

"Jadi jangan heran kalau hasilnya tidak akurat maka nanti mereka akan bandingkan dengan hasil-hasil yang ada di luar negeri," kata Dante.

Karena itu, dia mendorong perubahan pola pelayanan kesehatan agar tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan, tetapi juga mampu memahami dan memenuhi harapan pasien.

Baca Juga:Saat Kaesang Puji Megawati-Puan dan Dorong Lahirnya Pemimpin Perempuan

Dia menambahkan perkembangan teknologi laboratorium harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kepuasan pasien. Dante memastikan kemampuan laboratorium di Indonesia mampu bersaing dengan fasilitas serupa di luar negeri.

"Jadi ini adalah perkawinan antara teknologi dan sosiologi, di mana customer expectation itu menjadi salah satu ruang untuk memberikan kepuasan kepada customer yang berobat dan melakukan pemeriksaan laboratorium di Indonesia sehingga nanti nggak dibanding-bandingin lagi," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Deretan Artis Beri Dukungan ke Raffi Ahmad, Ada Zaskia Sungkar Hingga Irfan Hakim
• 21 jam lalu
0
thumb
Usia 100 Tahun dan Tinggal Sendiri, Ndukurfiah Kini Dikirimi Makanan Setiap Hari
• 8 jam lalu
0
thumb
Rico Waas Hadiri Paripurna DPRD Medan, Ranperda Sistem Kesehatan Diajukan untuk Jawab Kebutuhan Masyarakat
• 15 jam lalu
0
thumb
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos
• 22 jam lalu
0
thumb
Lexus Siapkan SUV Listrik Buatan China, Meluncur pada 2027
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.