JAKARTA,KOMPAS – Markas Besar Kepolisian Negeri Republik Indonesia atau Mabes Polri angkat suara terkait kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi dan menengah. Penangkapan diduga keterlibatan dalam penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
Isu penangkapan itu beredar sejak Selasa (3/11/2026) pagi. Informasi yang dihimpun Kompas, sejumlah perwira tinggi dan menengah di Polri ditangkap dan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Pemeriksaan dikabarkan berlangsung di Markas Komando Brimob. Namun, beberapa di antaranya telah dilepas dari pemeriksaan tersebut.
Pemeriksaan para perwira tersebut diduga karena karena menyangkut keamanan negara. Keamanan negara dimaksud adalah dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Bersamaan dengan pemeriksaan, ada juga informasi yang menyebutkan, tim Polri menggeledah rumah salah seorang perwira tinggi.
Setelah beredarnya isu tersebut, dua kali awak media menanyakannya kepada Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir. Yang pertama, setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Humas Polri, Selasa siang.
“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir.
Namun, ia tidak ingin menjelaskan. Ia hanya berjanji akan menyampaikan informasi seputar kabar yang beredar, pada waktunya. “Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi,” tambahnya.
Saat ditemui seusai mendampingi Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto ketika bersilaturahmi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Selasa siang. Isir kembali berjanji akan menjelaskan terkait isu penangkapan sejumlah perwira tersebut.
“Untuk rekan-rekan wartawan yang ingin bertanya, nanti sore kami akan keluarkan rilis,” kata Johnny.
Adapun Suyudi Ario Seto yang hendak ditanya soal kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi dan menengah, tak melayani pertanyaan wartawan seusai pertemuan dengan pengurus KWI. Ia langsung masuk ke dalam mobilnya.
Secara terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam juga tak bersedia menjawab soal kabar dugaan pemeriksaaan sejumlah perwira tersebut.
"Kita tunggu resminya (dari Mabes Polri)," ujarnya.






Komentar (0)