Rembang: Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir mengapreasiasi penerimaan biomassa di PLTU Rembang dan PLTU Tanjung Awar-awar Tuban. Menurut dia, penerimaan di dua PLTU tersebut sangat mendukung pelaksanaan program co-firing biomassa di PLTU PLN.
Hokkop mengatakan, penerimaan biomassa di PLTU tersebut selalu naik dari tahun ke tahun. Pada 2023, penerimaan biomassa di PLTU Rembang tercatat sekitar 76 ribu ton. Angka tersebut naik signifikan pada 2024 yakni sebesar 118 ribuan ton. Sedangkan pada tahun lalu, penerimaan biomassa di PLTU Rembang hampir sebesar 185 ribu ton.
"PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan,” ujar Hokkop saat kunjungan ke dua PLTU, dikutip Selasa, 3 November 2026.
Ia menyebut, PLTU Rembang memiliki inovasi yang patut ditiru dan diterapkan di semua PLTU. Menurutnya, di PLTU Rembang terdapat dua zona dan dua akses untuk menerima dan menyimpan biomassa. Dengan sistem ini, ketika zona pertama telah penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua.
“Pengaturan tersebut memungkinkan proses penerimaan dan penyimpanan biomassa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya,” ujar dia.
Baca Juga :
Strategi PLN EPI Dorong Penguatan Ekosistem Biomassa untuk Transisi Energi(Ilustrasi. Foto: Dok PLN EPI) Proses blending biomassa dan batu bara lebih optimal Dengan demikian, lanjut Hokkop, proses blending biomassa dan batu bara bisa lebih optimal. Selain itu, karena terdapat dua pintu akses, pembongkaran pun lebih lancar, memudahkan penataan, sehingga kondisi kerja lebih aman.
“Terdapat dua akses masuk yakni pintu selatan dan utara dengan kapasitas masing-masing bisa menampung sekitar 13 ribu ton biomassa. Co-firing di PLTU Rembang saat ini sekitar lima persen hingga 10 persen,” lanjut Hokkop.
Pada kesempatan tersebut, Hokkop bersama jajaran pimpinan unit PLTU Rembang juga melakukan pengecekan langsung di lapangan. Mulai dari area stockpile hingga ke area jetty PLTU Rembang. Hokkop berharap, penerimaan biomassa di PLTU Rembang bisa lebih maksimal sehingga bisa mencapai target tahun ini.
“Saya sangat mengapreasisi pelaksanaan co-firing biomassa di PLTU Rembang. Target co-firing dan MWh Green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target co-firing bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi,” sambung Hokkop.
Hal yang sama juga dikatakan Hokkop saat berkunjung ke PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban. Hokkop mengapresiasi digitalisasi di PLTU tersebut. Menurut dia, monitoring co-firing yang sudah dilakukan secara digital akan sangat membantu dalam kesuksesan program pengurangan emisi karbon tersebut.





Komentar (0)