tvOnenews.com - Rekonstruksi kasus kematian balita berusia 20 bulan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengungkap rangkaian dugaan kekerasan yang dilakukan ayah tiri korban. Dalam salah satu adegan, tersangka berinisial AR memperagakan tindakan mencelupkan tubuh korban berulang kali ke dalam ember berisi air di toilet umum.
Berdasarkan adegan rekonstruksi, tindakan tersebut diduga membuat korban muntah-muntah. Peristiwa ini menjadi bagian dari penyidikan kasus kematian anak yang melibatkan ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri.
Setelah korban meninggal dunia, kedua tersangka diduga membawa jasadnya berjalan kaki menuju kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, sebelum menguburkannya di lahan kosong. Polisi menduga ketidakmampuan ekonomi menjadi salah satu pemicu peristiwa tersebut.
Ayah tiri memperagakan adegan mencelupkan korban ke ember
Rekonstruksi kasus kematian balita tersebut memperlihatkan sejumlah adegan yang dilakukan tersangka AR di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dalam salah satu adegan, AR memperagakan bagaimana dirinya mencelupkan korban ke dalam ember berisi air secara berulang kali.
Bahkan, dalam video rekonstruksi yang beredar, AR menjelaskan bahwa korban sempat mengalami muntah setelah tindakan tersebut dilakukan.
"Satu, dua, tiga (ditenggelamkan), sudah gini saya sedot lagi. Di sini belum muntah-muntah, di sana baru muntah-muntah," kata AR dalam video rekonstruksi, Senin (2/11/2026).
Adegan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan untuk menggambarkan tindakan yang diduga menyebabkan kematian korban.
Meski demikian, penyebab medis kematian balita tersebut tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan forensik.
Peristiwa terjadi di toilet umum Pasar Kebayoran Lama
Kasus ini bermula pada Sabtu (31/10/2026) malam di sebuah fasilitas toilet umum di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Korban merupakan anak perempuan berusia 20 bulan. Polisi menetapkan ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (19) sebagai tersangka.
- ist
Keduanya diketahui memiliki dua anak dan korban merupakan anak paling kecil.
Dalam penyidikan, AR diduga menjadi pelaku utama kekerasan terhadap balita tersebut. Sementara JM diduga turut terlibat dalam rangkaian peristiwa setelah kematian korban, termasuk menyembunyikan jasadnya.





Komentar (0)