Gunung Semeru Kembali Erupsi, Masyarakat Diimbau Waspadai Awan Panas

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi disertai luncuran awan panas pada Selasa siang, 3 November 2026. Namun, jarak luncuran awan panas tidak dapat diketahui karena kondisi puncak gunung tertutup kabut.

"Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur tidak teramati dan visual Gunung Semeru tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa, 3 November 2026.

Agastya menjelaskan erupsi terjadi pada pukul 12.06 WIB. Kondisi cuaca berkabut membuat tinggi kolom abu vulkanik maupun visual letusan tidak dapat diamati petugas.

Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 44 detik.

Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, terjadi empat kali erupsi sejak pukul 00.34 WIB hingga 12.52 WIB pada Selasa. Seluruh kejadian tersebut tidak dapat teramati secara visual.
 

Baca Juga :

Hujan Deras 24 Jam, 3 Kecamatan di Lumajang Diterjang Banjir dan Longsor


Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar zona tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.


Kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.


"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Selain pembatasan aktivitas, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Agastya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?
• 7 jam lalu
0
thumb
Terkuak! Kondisi Betrand Peto Usai Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Sidik, Berpengaruh ke Pendidikan?
• 9 jam lalu
0
thumb
Atiqah Hasiholan Ungkap Tantangan Perankan Laksamana Malahayati, Harus Kuasai Empat Bahasa
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengacara Sebut Jokowi Ingin Akhiri Pergunjingan Ijazah: Malu sebagai Bangsa Gosipkan Tak Berdasar
• 1 jam lalu
0
thumb
[FULL] Ray Rangkuti dan Aliansi Masyarakat Sipil Bicara soal Ijazah Gibran, Minta DPR Ambil Sikap
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.