Jakarta, tvonenews.com- Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas turut menyoroti viralnya Herri Pras. Konten kreator yang baru-baru ini digeruduk orang tidak dikenal (OTK).
Anwar Abbas menyampaikan pesan bijaknya sekaligus peringatan bahaya mencela. Sosok Herri Pras dikenal sebagai konten kreator yang kontroversi.
"Jauhilah hina-menghina dan cela-mencela," pesannya.
Anwar Abbas yang juga dikenal sebagai tokoh agama itu, menyebutkan peringatan soal bahaya menghina atau mengolok-olok seseorang atau pihak tertentu memang dilarang dalam agama islam.
Hal tersebut, berdasarkan Surat dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Hujurat ayat 11. Allah SWT mengajak untuk menjaga lisan atau perbuatan agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
"Mengapa dilarang oleh Allah? Banyak hikmahnya, diantaranya adalah untuk menjaga kerukunan hidup di antara kita karena pada dasarnya psikologis semua orang ingin dihormati dan dihargai," jelas Anwar Abbas, kepada tvonenews.com, Selasa (3/11/2026).
"Dan tidak ada orang yang mau dihina, direndahkan dan diperolok-olok. Oleh karena itu, jika ada orang yang menghina dan atau memperolok-olok orang lain maka tindakan dia tersebut tentu akan mendapatkan reaksi karena disitu akan berlaku hukum aksi-reaksi. Dimana jika ada aksi menghina yang kita lakukan maka tentu akan ada reaksi terhadap aksi tersebut," sambungnya.
Dengan melihat persoalan yang berkembang. Seperti kasus konten kreator Herri Pras itu, menurutnya akan ada peluang masuk ke ranah hukum bila terbukti salah.
"itulah yang kita lihat sekarang ini, bahkan tidak mustahil masalah ini akan berlanjut ke ranah pengadilan. Bila itu, terjadi maka keadaan tentu akan semakin bertambah ruwet dan akhirnya akan menyusahkan diri kita sendiri dan orang lain," tegas Anwar.
Ia pun mengajak agar umat muslim dan semuanya bisa berkonten baik. Juga berbicara yang tidak mencela atau mengolok orang tertentu.
"Oleh karena itu, ada kata-kata orang bijak yang perlu kita camkan. Mereka mengatakan buka mulut dulu baru bicara, artinya kita disuruh untuk memikirkan dahulu apa yang akan kita sampaikan," tuturnya.





Komentar (0)