Pantau - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Senin (2/11/2026).
Hal ini menyusul membaiknya kualitas udara setelah wilayah tersebut terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Oktoberi Tahan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh satuan pendidikan terkait pemberlakuan kembali aktivitas pembelajaran secara normal.
“Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali dilaksanakan seperti biasa,” ujar Loren saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/11/2026).
Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Nanga Bulik.
Keputusan kembali menggelar pembelajaran tatap muka didasarkan pada hasil pemantauan kualitas udara yang menunjukkan perbaikan.
Berdasarkan pengukuran pada Minggu (1/11/2026) pukul 10.05 WIB di Kecamatan Bulik, konsentrasi partikel PM2.5 tercatat sebesar 39 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 76 mikrogram per meter kubik.
Meski kondisi udara mulai membaik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap mengingatkan pihak sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Penggunaan masker juga masih dianjurkan bagi siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami keluhan kesehatan.
Sementara itu, salah seorang orang tua murid di Nanga Bulik, Ria, menyambut baik keputusan pemerintah daerah mengembalikan kegiatan pembelajaran tatap muka.
“Semoga tidak ada karhutla dan asap lagi,” kata Ria.





Komentar (0)