JAKARTA — Pemerintah Prancis mulai menggelontorkan 10 juta barel solar dari cadangan strategis nasional. Kebijakan darurat tersebut langsung diikuti penurunan harga bahan bakar di sejumlah jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak akhir pekan lalu.
Langkah ini diambil untuk meredam lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan global. Konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina terus memberikan tekanan terhadap pasar bahan bakar internasional.
- Komnas: Kebijakan Pajak Pembalut Harus Pertimbangkan Ketimpangan Ekonomi
- Longsor dari Perumahan Tutup Sumber Mata Air Warga di Kota Cimahi
- PNM Salurkan 427.500 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan
Pemerintah Prancis menargetkan harga solar turun antara 12 hingga 18 sen euro per liter. Kebijakan tersebut dirancang berlangsung selama tiga bulan, mulai November 2026 hingga Januari 2027.
Dilansir Euronews, Ahad (1/11/2026), sejumlah perusahaan distribusi langsung mengumumkan penurunan harga. TotalEnergies menjadi salah satu perusahaan pertama yang menerapkan kebijakan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Perusahaan energi Prancis itu menetapkan harga solar sebesar 2,15 euro per liter. Kebijakan berlaku di 705 SPBU jaringan Access mulai Sabtu (31/10/2026).
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Pada 31 Oktober, solar di Prancis dijual sekitar 2,37 euro per liter. Selisihnya mencapai 22 sen euro per liter.
TotalEnergies menjelaskan penurunan harga diterapkan lebih awal. Perusahaan tidak menunggu pengiriman fisik solar dari cadangan strategis. Langkah itu memungkinkan konsumen segera menikmati manfaat kebijakan pemerintah.
Jaringan supermarket E.Leclerc juga mengumumkan penurunan harga lebih besar. Perusahaan menerapkan potongan 21 sen euro per liter. Diskon tersebut berlaku pada sekitar 742 SPBU di Prancis.
Coopérative U turut mengumumkan kebijakan serupa. Jaringan distribusi tersebut menawarkan penurunan hingga 21 sen euro per liter. Namun, realisasinya berlangsung bertahap mengikuti pasokan masing-masing SPBU.
Menurut laporan Roole Média, Senin (2/11/2026), harga rata-rata solar nasional mulai bergerak turun. Data Roole menunjukkan harga sekitar 2,350 euro per liter pada pagi hari. Angka tersebut turun 1,4 sen euro dibandingkan sehari sebelumnya.
Meski sejumlah jaringan besar langsung menurunkan harga, dampaknya belum merata. Sebagian SPBU independen masih menghadapi hambatan distribusi. Pemerintah menjanjikan pengawasan agar manfaat kebijakan menjangkau seluruh konsumen.
Cadangan Strategis Dijual Jauh di Bawah Harga PasarPemerintah Prancis menggunakan mekanisme berbeda dari pelepasan cadangan biasa. Solar darurat dijual kepada perusahaan distribusi berdasarkan harga historis pembelian. Harga tersebut jauh lebih rendah daripada nilai pasar saat ini.
Dilansir Le Monde, pemerintah menggunakan cadangan yang dibeli sebelum krisis energi terbaru. Nilai historis solar tersebut sekitar 0,28 euro per liter. Sebagai perbandingan, harga pasar pada pertengahan Oktober mencapai sekitar 1,10 euro per liter sebelum pajak dan biaya distribusi.
Selisih harga tersebut menjadi dasar penurunan biaya pasokan. Perusahaan mendapatkan sebagian solar dengan harga lebih murah. Keuntungan harga pembelian wajib diteruskan kepada konsumen.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis menjelaskan mekanisme tersebut pada 1 November. Cadangan dijual dengan harga historis tiga hingga empat kali lebih rendah daripada harga pasar. Alokasinya ditentukan berdasarkan volume distribusi perusahaan pada 2025.
Pengelolaan cadangan dilakukan oleh Société Anonyme de Gestion des Stocks de Sécurité atau SAGESS. Lembaga tersebut bertanggung jawab atas sebagian persediaan strategis produk minyak Prancis.
Pemerintah menetapkan aturan agar perusahaan tidak mengambil keuntungan tambahan. Manfaat harga murah harus diteruskan melalui seluruh rantai distribusi. Konsumen juga harus mendapatkan informasi mengenai besaran pengurangan harga.
Aturan tersebut dituangkan dalam dekret yang diterbitkan pada 24 Oktober 2026. Regulasi mengatur mekanisme penjualan cadangan, pembagian volume, dan kewajiban transparansi harga.
Pengawasan dilakukan melalui otoritas persaingan dan perlindungan konsumen Prancis, DGCCRF. Pemerintah akan memeriksa apakah penurunan biaya benar-benar tercermin pada harga jual. Pemantauan margin perusahaan juga dilakukan secara berkala.
Harga Solar Ditargetkan Turun Selama Tiga BulanPelepasan 10 juta barel solar merupakan langkah besar. Pemerintah memperkirakan konsumsi nasional mencapai 54 juta barel selama tiga bulan. Artinya, cadangan yang dilepas setara hampir seperlima kebutuhan pada periode tersebut.
Namun, pelepasan tersebut tidak dilakukan sekaligus. Distribusi berlangsung bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan logistik. Perusahaan juga perlu menyesuaikan pasokan baru dengan persediaan sebelumnya.
Pemerintah memperkirakan penurunan harga antara 12 hingga 18 sen euro per liter. Untuk pengisian 50 liter solar, penghematan mencapai sekitar 6 hingga 9 euro. Besar penghematan bergantung pada penurunan harga yang diterapkan setiap SPBU.
Potongan E.Leclerc sebesar 21 sen euro memberikan penghematan lebih besar. Pengisian 50 liter berpotensi menghemat 10,50 euro. Namun, harga akhir tetap dapat berubah mengikuti perkembangan pasar.
TotalEnergies juga mempertahankan batas harga solar nasional. Perusahaan menetapkan plafon sebesar 2,25 euro per liter. Kebijakan tersebut berlaku dalam jaringan perusahaan sesuai ketentuan yang diumumkan.
Langkah pemerintah dijadwalkan berlangsung hingga 31 Januari 2027. Selama periode tersebut, perusahaan mendapat akses terhadap solar cadangan berharga historis. Kebijakan ini tidak menjamin harga akhir akan tetap sama setiap hari.
Harga internasional masih memengaruhi ongkos pengadaan bahan bakar lainnya. Perubahan harga minyak dan produk olahannya dapat memengaruhi harga jual. Cadangan berharga murah berfungsi mengurangi sebagian tekanan tersebut.





Komentar (0)