Pencurian Terbesar Dalam Sejarah, FBI Ungkap Jejak Korea Utara

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengonfirmasi kelompok peretas (hacker) asal Korea Utara sebagai pihak yang diduga berada di balik aksi pencurian aset kripto senilai US$6,3 miliar atau sekitar Rp114 triliun dari bursa Binance.

Aksi pembobolan yang terjadi hanya dalam hitungan menit tersebut dinilai sebagai kasus pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah.

FBI menyatakan serangan siber tersebut berkaitan erat dengan aktivitas siber berbahaya yang dilancarkan oleh kelompok bernama TraderTraitor. Kelompok yang sama sebelumnya juga diduga menjadi otak di balik aksi peretasan bursa kripto Bybit senilai US$1,5 miliar pada tahun lalu.

Guna mempersempit ruang gerak pelaku, FBI mengimbau bursa kripto, perusahaan analisis blockchain, dan pemangku kepentingan terkait untuk memblokir seluruh transaksi yang terhubung dengan sejumlah alamat dompet digital (wallet address) yang teridentifikasi. Langkah ini diambil untuk mencegah para pelaku mencuci uang hasil kejahatan serta menyamarkan asal-usul aset tersebut.

Hasil investigasi FBI menunjukkan bahwa TraderTraitor terutama mengonversi aset curian tersebut ke dalam mata uang kripto Ethereum. FBI memproyeksikan kelompok tersebut bakal berupaya memindahkan aset melalui platform keuangan terdesentralisasi (decentralized finance/DeFi) dan layanan penukaran instan (instant swap).

Pilihan Redaksi
  • Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya
  • Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan berbeda saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai dugaan keterlibatan Korea Utara. Di sela-sela menghadiri pesta Halloween di kediaman pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu malam, Trump menyebut proses penyelidikan masih berjalan.

"Saya tidak khawatir. Kami sedang mempelajarinya," ujar Trump, dikutip dari AP News, Selasa (3/11/2026).

"Kami belum tahu pasti apakah pelaku utamanya adalah Korea Utara," imbuhnya.

Kendati demikian, Trump tidak menampik kemungkinan bahwa keterlibatan negara pimpinan Kim Jong Un tersebut bisa saja terbukti nantinya. Sementara itu, pakar keamanan siber dan kripto, Ari Redbord, memperkirakan para peretas akan memecah aset curian menjadi pecahan nominal lebih kecil untuk dicuci melalui bursa-bursa kripto berskala kecil demi menghindari pencatatan radar penegak hukum. Proses pencucian uang (money laundering) ini diprediksi membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

"Ini adalah perampokan bank, dalam kasus ini, dilakukan dengan kecepatan internet," tegas Redbord, yang menjabat sebagai Kepala Kebijakan di firma intelijen blockchain TRM Labs.

"Namun, kami juga memiliki kemampuan untuk melacak dan menelusuri alur dana tersebut secara real-time guna membangun konstruksi penyelidikan, menginterupsi aktivitas mereka, dan menyita kembali aset-aset tersebut," lanjutnya.

"Ini murni permainan kucing dan tikus," tambah Redbord.

Aksi pencurian besar-besaran ini terjadi pada Kamis (29/10/2026). Dana segar dalam bentuk Bitcoin dan berbagai jenis mata uang digital lainnya senilai US$6,3 miliar dilaporkan lenyap dari Binance, bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar di dunia.

Sejumlah analis industri kripto sejak awal menilai pola dan taktik serangan tersebut memiliki karakteristik kuat yang mengarah pada rekam jejak operasi siber Korea Utara.

Menanggapi insiden ini, pihak Binance menyatakan telah menyiapkan cadangan likuiditas dalam jenis mata uang digital yang sama dengan aset yang dicuri. Cadangan tersebut diklaim memadai untuk menutupi hingga 90% dari total nilai aset yang hilang, serta berkomitmen mengganti seluruh kerugian pengguna yang terdampak secara utuh.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Boboho Ungkap Ucapan Febrie Usai Terima Duit dari Tan Kian: Kau Sudah Dapat?
• 14 jam lalu
0
thumb
Mas Dhito Targetkan Kabupaten Kediri Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027
• 6 jam lalu
0
thumb
Iran-AS Belum Resmi Berdamai, Harga Minyak Dunia Sehari Jatuh Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir
• 22 menit lalu
0
thumb
Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Pengamat dan Pakar Soroti Implikasi Konstitusionalnya
• 12 jam lalu
0
thumb
Mengupas Sisa Pilihan untuk Gibran
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.