JAKARTA -- Di balik sosok perempuan yang berani mengambil peran besar, terkadang ada dukungan dari orang terdekat yang menguatkan. Dukungan itu tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Tetapi bisa berupa kepercayaan, kebanggaan, dan kesediaan memberi ruang bagi pasangan untuk berkembang.
Gambaran tersebut hadir melalui karakter Mahmudin dalam film Pasukan 1000 Janda. Suami Laksamana Malahayati itu digambarkan sebagai sosok yang mendukung perjuangan istrinya. Dia tidak merasa tersaingi oleh keberanian maupun kemampuan Malahayati, justru bangga melihat sang istri memiliki jiwa ksatria.
Baca Juga
Jerit Terakhir Balita SF dari Bilik Toilet, Ketika Nyawa Hilang 'Dirampas' Orang Tuanya
Dari Kehilangan Jadi Kekuatan: Film Pasukan 1000 Janda Angkat Ketangguhan Perempuan Aceh
Atiqah Hasiholan Jalani Fisioterapi karena Adegan Fighting di Film Pasukan 1000 Janda
Pemeran film Pasukan 1000 Janda Atiqah Hasiholan saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Senin (21/9/2026). Film produksi Manara Studios yang disutradarai oleh Archie Hekagery ini mengankat kisah nyata pejuang dan pahlawan nasional asal Aceh yakni Laksamana Malahayati beserta pasukan elit Inong Bale dalam melawan penjajah. Film kolosan bergenre historical fantasy action ini akan tayang perdana di bioskop pada tanggal 12 November 2026 mendatang. - (Republika/Thoudy Badai)
Pemeran Mahmudin, Emil Kusumo, mengatakan karakter tersebut terasa relevan dengan kehidupan saat ini. Menurutnya, Mahmudin menjadi gambaran pasangan yang mampu memberikan dukungan penuh kepada istrinya tanpa merasa harus berada di posisi lebih tinggi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Bahwa seorang Mahmudin itu sosok yang memang dia sangat punya support system yang sangat kuat terhadap istrinya, dia bangga bahwa istrinya memiliki jiwa satria dan dia nggak pernah sama sekali merasa insecure,” ujar Emil dalam konferensi pers dan pemutaran film Pasukan 1000 Janda di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Emil menilai, karakter Mahmudin juga menunjukkan hubungan suami dan istri tidak harus dibangun dengan anggapan laki-laki selalu menjadi pihak yang lebih tinggi. Dalam cerita tersebut, Mahmudin justru memberikan ruang bagi Malahayati untuk menjalankan perannya sebagai perempuan yang berani memperjuangkan sesuatu.
Konferensi pers film Pasukan 1000 Janda di Jakarta pada Senin (2/11/2026). - (Dok. Mg168)
“Bahwa patriarki, bahwa laki-laki itu harus ada posisinya lebih tinggi daripada seorang istri,” kata Emil.
Kisah Mahmudin dan Malahayati juga memperlihatkan bagaimana kehilangan dapat mengubah seseorang. Emil menyinggung peristiwa dramatis yang dialami Mahmudin dalam peperangan menjadi salah satu pemicu bagi Malahayati untuk terus berjuang.
Komentar (0)