Hacker Retas Ratusan Kulkas Supermarket di Eropa, Suhu Dinaikkan 50° Celsius

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Supermarket di sejumlah negara di Eropa termasuk Belgia, Luksemburg, Swedia, hingga Estonia mengalami gangguan pada sistem pendingin toko mereka. Insiden yang terjadi pada Senin (2/11) itu menyebabkan suhu lemari es dan freezer meningkat. Beberapa perusahaan menyebut gangguan ini berkaitan dengan serangan siber.

Menurut perusahaan ritel Ahold Delhaize dan Colruyt, insiden peretasan yang terjadi pada malam sebelumnya berdampak pada sistem pendingin di puluhan toko mereka di Belgia dan Luksemburg. Sementara perusahaan ritel asal Swedia, ICA dan Coop, juga melaporkan hal sama. Salah satu toko bahkan menyebut sistemnya diretas.

Insiden ini terjadi setelah serangan serupa melanda supermarket di Prancis bulan lalu. Polisi setempat mengatakan hacker mengambil alih kendali unit pendingin di ratusan supermarket. Mereka menaikkan suhu hingga 50 derajat Celsius hingga menyebabkan kebakaran dan kerugian akibat makanan yang rusak.

Ahold juga melaporkan insiden keamanan siber kepada kepolisian Belanda bulan lalu setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan di infrastrukturnya.

Juru bicara Delhaize, Sarah De Meester, mengatakan perusahaan menyadari adanya kenaikan suhu pada sistem pendingin supermarket pada Senin (2/11). Saat ini, mereka masih menyelidiki insiden tersebut.

Sementara itu, CEO perusahaan pendingin Sabcobel asal Belgia, Stephan Moelans, mengatakan insiden ini diduga kuat merupakan serangan siber. Menurut Moelans, hacker mengubah pengaturan evaporator pada unit pendingin menjadi mode defrost. Sabcobel sendiri adalah perusahaan yang mengoperasikan sistem pendingin Delhaize.

Di sisi lain, Juru bicara Colruyt Group, perusahaan yang mengoperasikan toko Spar di Belgia melalui sistem waralaba, mengatakan lima tokonya turut mengalami serangan terhadap sistem pendingin.

Tak hanya di Belgia, gangguan serupa juga terjadi di Swedia. Dilansir REUTERS, Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia, John Billow, mengatakan bahwa pihaknya sedang menangani sejumlah insiden yang berkaitan dengan sistem pendingin di toko bahan makanan di berbagai wilayah negara tersebut.

Lewat sebuah postingan di media sosial, salah satu toko ICA di Swedia mengungkapkan bahwa suhu lemari es dan freezer mereka telah diretas pada Senin malam di mana suhu pendingin mencapai 50 derajat Celsius.

Di toko ICA Baronen, Stockholm, sebuah pemberitahuan menyebut seluruh freezer di toko itu mengalami kerusakan akibat serangan siber. Manajer penjualan toko menyebut serangan terjadi sekitar Senin pukul 02.00 waktu setempat, dan baru diketahui pada pukul 05.30.

"Kami mengetahui bahwa sejumlah kecil toko terdampak insiden pada malam hari yang memengaruhi sistem pendingin dan freezer mereka," kata juru bicara ICA sebagaimana dikutip REUTERS.

Jaringan ritel bahan makanan Coop juga mengonfirmasi bahwa enam tokonya mengalami insiden sama.

Billow mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia menemukan cukup banyak perangkat teknologi operasional yang rentan kena hack. Pihaknya telah menegaskan perlunya memperbarui perangkat lunak atau memasang pembaruan keamanan pada perangkat-perangkat itu.

Insiden serupa juga terjadi di Estonia. Rantai supermarket di negara tersebut dilaporkan terdampak setelah hacker mengatur suhu sistem pendinginnya hingga 50 derajat Celsius. Pemasok teknologi Kitman Coldtech menyampaikan informasi ini kepada lembaga penyiaran publik Estonia, ERR.

"Ini kejadian yang sangat baru. Insiden tersebut terjadi pagi ini," ujar CEO Kitman, Jann Mutso, kepada ERR.

Kendati begitu, ia menolak menyebutkan nama jaringan supermarket yang terdampak.

Perangkat yang sebelumnya lebih banyak bekerja secara mekanis kini semakin terhubung dengan jaringan internet. Mulai dari lemari es, sistem pemanas, kamera pengawas, hingga jaringan alarm, berbagai perangkat tersebut dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh. Kondisi ini sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap siapa yang berada di balik serangkaian serangan siber pada sistem pendingin tersebut. Belum ada pula pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
RI Suplai 43% Batu Bara di Perdagangan Dunia
• 23 jam lalu
0
thumb
Atlet berkuda 12 tahun siap berlaga di Porprov XV Jawa Barat 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
BPBD Wajo Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih, Sasar 10 Kecamatan
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga Pangan Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105.600 per Kg
• 6 jam lalu
0
thumb
Praktik Joki Tugas Mengkhawatirkan, Mahasiswa Unesa Kampanyekan Gerakan Antijoki
• 44 menit lalu
0
Berhasil disimpan.