Mentrans Tegaskan Transmigrasi Tak Hanya Pindahkan Penduduk Tapi Bangun Kawasan Ekonomi

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Teknologi yang dibawa ke kawasan transmigrasi harus menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang peningkatan pendapatan.

Mentrans Tegaskan Transmigrasi Tak Hanya Pindahkan Penduduk Tapi Bangun Kawasan Ekonomi

IDXChannel - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi tidak hanya memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain, namun membangun satu kawasan ekonomi.

“Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun satu kawasan ekonomi,” kata Mentrans Iftitah, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
Libatkan 10 PTN Terbaik, Ribuan Patriot Muda Dikirim ke 53 Kawasan Transmigrasi

Dia menambahkan, teknologi yang dibawa ke kawasan transmigrasi harus menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang peningkatan pendapatan.

Bagi petani, teknologi itu membantu mempercepat penanganan hasil panen dan mengurangi ketergantungan pada penjemuran manual di jalan yang selama ini juga mengganggu lalu lintas. Pengoperasiannya didukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk membantu mengatasi kendala pasokan listrik di kawasan tersebut.

Baca Juga:
Alur Kebijakan Transmigrasi Diubah, Petakan Peluang Ekonomi Sebelum Pindahkan Penduduk

"Peluang nilai tambah tidak berhenti pada pengeringan gabah. Pengolahan pascapanen yang dilengkapi pemilahan beras juga membuka kesempatan bagi petani untuk menjual produk dengan kualitas dan harga lebih baik," katanya

Menurut Iftitah, beras utuh berkualitas premium hasil pemilahan memiliki harga jual Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram, dibandingkan harga sebelumnya sekitar Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga:
Mentrans Ajak China Riset Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Beras menir pun memperoleh jalur pemanfaatan baru. Jika sebelumnya dijual sebagai pakan ternak seharga Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram, menir kini diolah menjadi tepung beras dengan harga jual sekitar Rp18.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut merupakan nilai jual produk sebelum memperhitungkan biaya pengolahan.

Pengolahan tepung beras dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat dan diarahkan untuk memasok kebutuhan UMKM, termasuk pembuat peyek dan kue. Usaha tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

"Hasil panen dapat menjadi bahan baku usaha pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi warga," katanya.

Iftitah berharap rangkaian inovasi tersebut membuat masyarakat transmigrasi semakin berdaya, memperoleh pendapatan lebih baik, dan memiliki lebih banyak kesempatan kerja.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kopilot Jet Pribadi Jatuh di Florida Nathalia Filgueiras, Berusia 20 Tahun
• 8 jam lalu
0
thumb
Muncul Isu Polisi Berpangkat Jenderal Disebut Kerahkan Massa Demo Jogja, Mabes Polri: Nanti Ya!
• 5 menit lalu
0
thumb
Menteri LH Jumhur dapat Bocoran Intelijen soal Motif Karhutla: Ada Sinyal Rusak Citra Pemerintah
• 10 jam lalu
0
thumb
Hiu Paus Berulang Kali Terdampar, Ada Apa dengan Perairan Indonesia?
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Kalimat Elegan yang Akan Membungkam Orang Arogan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.