Polda Jateng Dampingi Pemulihan Psikologis Ustazah dan Santriwati Ponpes Hamalatul Quran

disway.id
16 jam lalu
Cover Berita

SUKOHARJO, DISWAY.ID– Polda Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder memberikan pendampingan psikologis dan psikososial kepada ustazah serta santriwati Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi pascakejadian penggerebekan yang berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Pendampingan melibatkan DP3AKP Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sukoharjo, Kesbangpol Provinsi, Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Danramil, Plt. Camat, hingga kepala desa.

Direktur PPA dan PPO Polda Jawa Tengah Kombes Nunuk Setiyowati mengatakan kunjungan dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus memastikan kondisi para ustazah dan santriwati yang masih berada di lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan komunikasi dengan pihak pondok, masih terdapat empat ustazah dan satu santriwati di pesantren.

BACA JUGA:Kunjungi SMAN 82 Jakarta, Kapolda Ajak Siswa Kembangkan Berpikir Kritis dan Bijak Bermedsos

Polda Jateng juga menawarkan bantuan fasilitasi kepulangan bagi santriwati asal Lampung apabila mengalami kendala biaya untuk kembali ke daerah asalnya.

“Kami sudah menawarkan apabila memang santriwati yang terkendala biaya ini ingin pulang ke Lampung, kami siap untuk memfasilitasi,” kata Nunuk kepada awak media, Selasa (3/11/2026).

Ia menegaskan pendampingan tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tingkat provinsi maupun kabupaten untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan.

“UPTD PPA, baik provinsi maupun kabupaten, siap untuk melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun psikososial, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak terkait kejadian pada 27 Oktober ini bisa betul-betul dipulihkan dan mereka kembali dapat beraktivitas sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran untuk sementara masih dihentikan. Pihak pondok merencanakan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung melalui sistem daring menggunakan Zoom maupun metode online lainnya.

Pihak pondok menyambut baik perhatian dan pendampingan yang diberikan. Melalui sinergi lintas instansi, diharapkan kondisi psikologis para ustazah dan santriwati berangsur pulih sehingga mereka bisa kembali menjalankan aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari dengan aman dan nyaman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gunung Api Tropis Mengatur Bumi: Mengapa Letusan Tambora Bisa Mengubah Iklim Dunia?
• 18 jam lalu
0
thumb
Ramai Transaksi Luar Negeri Bakal Kena Pajak. DJP Beri Respons: untuk Beri Kepastian dan Kemudahan
• 20 jam lalu
0
thumb
Donny Oskaria Pastikan Laporan Keuangan BUMN Rampung, Publikasi Tunggu Hasil Audit BPK
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Dunia Anjlok 7,6 Persen akibat Kabar Perundingan Damai Iran-AS, Bursa Saham Global Menguat
• 12 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul Tekankan Pentingnya Penguatan Data Tunggal agar Warga Rentan Tak Harus Viral Dulu
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.