Laboratorium Hijau, Memperkuat Kapasitas Pengawasan Obat dan Makanan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merencanakan pembangunan laboratorium hijau untuk memperkuat kapasitas pengujian sekaligus mengefisienkan penggunaan listrik dan air. Fasilitas yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027 itu diharapkan memperkuat pengawasan obat dan makanan di kawasan Indonesia Timur.

Obat dan makanan berperan strategis karena menyangkut aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional serta daya saing bangsa. Produk obat dan makanan dipergunakan manusia sepanjang siklus hidupnya sejak masih di dalam kandungan, bayi, hingga dewasa.

Untuk mewujudkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama itu tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga bersama pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan termasuk Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).

Terlebih lagi, Indonesia menghadapi bonus demografi pada 2020-2040. Jumlah penduduk berusia produktif lebih dari 60 persen pada periode itu. Momentum tersebut menjadi kesempatan Indonesia bertransformasi dari negara berpendapatan menengah menjadi berpendapatan tinggi.

Oleh sebab itu, kualitas obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat harus aman agar tidak menghambat visi Indonesia Emas 2045. Salah satu pilar penting dalam pengawasan obat dan makanan adalah pengujian laboratorium.

”BBPOM berperan penting memastikan mutu, keamanan, khasiat obat, dan makanan yang beredar. Hasil pengujian yang valid dan akurat menjadi dasar dalam strategi prioritas pencegahan guna mengurangi resiko kesehatan masyarakat,” ujar Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan, saat menerima kunjungan ADB di Kota Makassar, Kamis (22/10/2026).

Upaya memperkuat pengawasan obat dan makan itu salah satunya melalui pendanaan dari ADB. Pendanaan ADB diwujudkan melalui proyek Indonesia: Bolstering Product Oversight and Market Surveillance for Food and Drug. Di BBPOM Makassar, pembiayaan itu untuk pembangunan laboratorium hijau (green laboratory).

Laboratorium hijau itu akan memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Timur Indonesia. Laboratorium hijau tidak hanya terkait aspek ramah lingkungan secara berkelanjutan, tetapi juga efesiensi sumber daya. Selain itu, menciptakan budaya kerja hijau (green culture) yang mendukung kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

”Kami telah menyiapkan lahan sekitar 3.300 meter persegi. Luas bangunannya akan sekitar 2.160 meter persegi. Lahan itu sudah clean and clear,” tuturnya lagi.

BBPOM Makassar sebenarnya telah merencanakan pembangunan laboratorium hijau sejak 2024. Pihaknya telah menyusun perencanaan teknis terperinci (detail engineering desain) pembangunannya. Namun karena ada pemangkasan anggaran, pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan.

Program prioritas

Laboratorium hijau nantinya akan mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis, pertumbuhan ekonomi, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan melaui dukungan peningkatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah.

Selain itu, memperkuat pengawasan obat dan makanan, melalui peningkatan kapasitas pengujian dari 86,4 persen menjadi 95,5 persen. Pengujian oleh pihak pihak ketiga diperkirakan akan meningkat dari 92 persen menjadi 95 persen.

Respons pengujian pun bakal menjadi lebih cepat dari delapan hari kerja menjadi lima hari kerja. Kemudian, mengefisienkan penggunaan listrik dan air sebesar 25 persen serta meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pegawai. Upaya-upaya BBPOM mendukung nol emisi bersih (net zero emission) diharapkan menjadi lebih efektif.

”Biaya pembangunan green laboratory sekitar Rp 50 miliar, termasuk peralatan pendukung dan mebeler. Semua pembiayaan dari ADB. Pembangunan laboratorium hijau dimulai pada kuarter III-2027 dan ditarhetkan selesai pada 2028,” kata Yosef.

Program penguatan kapasitas laboratorum itu juga bukan hanya untuk BBPOM Makassar, melainkan program secara nasional. Country Director Indonesia Resident Mission ADB Bubor Alimov, saat mengunjungi BBPOM Makasar, Kamis (22/10/2026), menuturkan, nominal pinjaman pembangunan sebesar 218 juta dolar AS di seluruh Indonesia untuk 37 laboratorium.

”Ini program pemerintah. ADB berpartner dengan pemerintah Indonesia untuk pembiayaan,” ujar Bubor.

Kunjungan Bubor di BBPOM Makassar hari itu, merupakan kunjungan terakhir di Kota Makassar, setelah beberapa hari di sana. Sehari sebelumnya, ia juga mengunjungi Puskesmas Minasa Upa dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Losari. ADB juga turut membiayai proyek pelayanan kesehatan dasar dan sanitasi.

”Melihat pembangunan di luar Jakarta itu sangat penting, terutama di Indonesia Timur yang memiliki potensi luar biasa. Namun, menghadapi tantangan dalam infrastruktur dasar dan layanan kesehatan dasar. Makassar adalah pintu ke Timur Indonesia,” tuturnya lagi.

Tiga lokasi proyek yang dikunjunginya selama beberapa hari di Kota Makassar itu berkaitan dengan investasi yang menyentuh kehidupan masyarakat. Hal itu mulai dari program kesehatan, sanitasi, dan fasilitas BBPOM guna memastikan keamanan obat dan makanan.

Pembiayaan dari ADB selaras dengan upaya pemerintah Indonesia yang fokus pada investasi sumber daya manusia. ADB sudah bertahun-tahun membangun hubungan kerja sama yang konstruktif dengan banyak pihak. Saat ini, fokus ADB mendukung berbagai proyek yang akan dilaksanakan pada masa mendatang.

”Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar betapa pentingnya BBPOM bagi perekonomian Indonesia. BBPOM berperan memastikan mutu dan keamanan pangan, obat-obatan, kosmetik, obat tradisional, serta produk kesehatan. Produk-produk tersebut sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Bubor.

Fasilitas ini memiliki cakupan pelayanan regional. Perannya tidak hanya melayani penduduk di Sulawesi Selatan, tetapi juga mendukung pengawasan di kawasan Indonesia Timur. Dalam hal ini, BBPOM Makassar memiliki peran yang sangat penting.

Baca JugaBPOM Temukan Jutaan Produk Kosmetik Impor Ilegal Senilai Rp 27,6 Miliar

Sementara itu, Ahli Biostatistika Epidemiologik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Windhu Purnomo, saat dihubungi secara terpisah, Jumat (23/10/2025), menilai, laboratorium BBPOM berfungsi sebagai fondasi ilmiah utama dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Melalui pengujian kimia, mikrobiologi, dan parameter terkait lainnya, menyediakan bukti empiris yang menjadi dasar pengambilan keputusan regulasi, meliputi penarikan produk, penerbitan peringatan publik serta penindakan terhadap pelanggaran.

Melihat pembangunan di luar Jakarta itu sangat penting, terutama di Indonesia Timur yang memiliki potensi luar biasa

Peran ini bersifat strategis dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang beredar. Tapi efektivitasnya tetap tergantung banyak faktor lain dari berbagai sektor. Keberhasilan pengawasan secara keseluruhan tetap ditentukan integrasi dengan penegakan hukum, edukasi publik serta pemerataan kapasitas kelembagaan di seluruh wilayah.

Windhu menuturkan lebih lanjut, laboratorium hijau itu nantinya berpotensi memberikan kontribusi signifikan melalui peningkatan kapasitas pengujian, percepatan waktu pengujian, efisiensi penggunaan sumber daya serta penguatan ketahanan operasional laboratorium. Fasilitas di Makassar mestinya diposisikan sebagai model penerapan laboratorium berkelanjutan di kawasan Timur Indonesia.

Baca JugaBBPOM Sita Jamu Ilegal Mengandung Zat Berbahaya bagi Kesehatan

Tapi laboratorium hijau hanya instrumen penguat. Optimalisasi manfaatnya bergantung pada penguatan kompetensi sumber daya manusia, integrasi sistem informasi digital serta kolaborasi lintas sektor yang efektif. Infrastruktur laboratorium yang ramah lingkungan memperkuat sistem pengawasan. Meskipun demikian, tidak dapat dipandang sebagai solusi tunggal terhadap kompleksitas tantangan pengawasan obat dan makanan di tingkat nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Dibuka: Ini Penempatan, Syarat, dan Link Pendaftaran
• 1 jam lalu
0
thumb
PSM Pantang Remehkan De Red FC di League Cup
• 9 jam lalu
0
thumb
42 Emiten UKM di BEI Himpun Dana Rp2 Triliun Lewat IPO, Sebanyak 23 Perusahaan Disiapkan Melantai pada 2027
• 19 jam lalu
0
thumb
Ramai Nasabah MNC Bank Tak Bisa Akses Mobile Banking, Ini Penjelasan Manajemen
• 6 jam lalu
0
thumb
3 Pemain Lokal Paling Menonjol Sepanjang Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027: Jadi Kunci Kemenangan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.