Bukan Sekadar Film Perang, Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati dan Perempuan Aceh

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Perjuangan perempuan Aceh dalam melawan penjajah menjadi kisah utama yang diangkat dalam film Pasukan 1000 Janda. Terinspirasi dari sosok Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film ini menyoroti keberanian para perempuan yang ikut mempertahankan tanah kelahirannya.

Disutradarai Archie Hekagery, film ini mengambil latar di kawasan Selat Malaka pada 1599. Cerita bermula ketika pasukan Belanda menyerang sebuah desa di Aceh hingga menewaskan banyak laki-laki yang berusaha mempertahankan wilayah mereka.

Serangan tersebut membuat banyak perempuan kehilangan suami. Di tengah situasi yang penuh ancaman, mereka harus berjuang melindungi anak-anak sekaligus menjaga tempat tinggalnya dari serangan penjajah.

Keadaan itu kemudian berubah setelah Laksamana Malahayati hadir dan mengumpulkan para janda yang ditinggalkan suami akibat peperangan. Ia mengajak mereka membentuk pasukan untuk melawan musuh dan mempertahankan wilayah Aceh.

Bagi sutradara Archie Hekagery, penggarapan film ini juga menjadi bentuk kecintaannya terhadap tanah leluhur. Sebagai orang Aceh, ia ingin memperkenalkan sosok pahlawan dari daerah asalnya kepada generasi muda melalui sebuah karya film.

“Gua orang Aceh, pengin banget bikin film untuk tanah leluhur, supaya dia tahu bahwa bangsanya punya pahlawan sehebat Malahayati,” ungkap Archie saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (2/11/2026).

Sosok Laksamana Malahayati yang menjadi inspirasi film ini bukanlah tokoh fiksi. Namanya tercatat dalam sejarah Kesultanan Aceh Darussalam sebagai pemimpin militer perempuan yang mengabdi pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah Al-Mukammil, yang berkuasa pada 1589 hingga 1604.

Malahayati juga memiliki latar belakang pendidikan militer. Ia disebut pernah menempuh pendidikan di Ma’had Baitul Maqdis, sebuah akademi militer tempatnya mempelajari strategi dan kemampuan keprajuritan. Bekal tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Malahayati dalam dunia militer Kesultanan Aceh.

Salah satu peristiwa penting dalam hidupnya adalah gugurnya sang suami, Laksamana Tuanku Mahmuddin bin Said Al Latief, dalam pertempuran melawan Portugis di Teluk Haru. Setelah kehilangan suaminya, Malahayati mengajukan permintaan kepada Sultan agar para janda prajurit yang gugur diberi kesempatan untuk bergabung dalam pasukan pertahanan Aceh.

Permintaan tersebut kemudian melahirkan pasukan Inong Balee. Nama itu berasal dari bahasa Aceh, yakni inong yang berarti perempuan dan balee yang berarti janda. Di bawah kepemimpinan Malahayati, para perempuan tersebut dilatih menjadi prajurit dan ikut menjaga wilayah perairan Aceh.

Pasukan Inong Balee diketahui memiliki markas di kawasan Teluk Krueng Raya, Aceh Besar. Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa pasukan ini awalnya beranggotakan sekitar 1.000 janda prajurit yang gugur di medan perang, sebelum kemudian berkembang dengan bergabungnya perempuan lain.

 

Nama Malahayati semakin dikenal ketika armada Belanda datang ke Aceh pada 1599. Saat itu, ia memimpin perlawanan terhadap rombongan Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman. Sejumlah catatan sejarah menyebut Malahayati terlibat langsung dalam duel yang berujung pada tewasnya Cornelis de Houtman.

Kisah perjuangan para perempuan Aceh ini yang menjadi alasan Cut Mini merasa bangga terlibat dalam film ini. Pemeran Maisaroh itu juga mendapatkan pengalaman baru karena harus mempelajari bela diri untuk memerankan salah satu anggota Inong Balee.

“Ini adalah ilmu yang pertama untuk saya dalam urusan bela diri. Pesan saya juga, kita sebagai Inong Balee yang ada di sini beserta anak-anak saya yang cantik-cantik dan juga ganteng-ganteng pada sore hari ini, kita semua belajar fighting sedikit demi sedikit, demi menjaga perjuangan atas apa pun itu,” ujar Cut Mini saat ditemui bersama Archie.

Selain Atiqah Hasiholan yang memerankan Laksamana Malahayati, film ini juga dibintangi Cut Mini, Ully Triani, Tasha Triani, Fergie Brittany, Ron Smoorenburg, Vincent Verhaag, dan Emil Kusumo. Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar pemain asing klub Super League di I.League Cup 2026/2027
• 19 menit lalu
0
thumb
Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus
• 20 jam lalu
0
thumb
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Bekasi
• 15 jam lalu
0
thumb
Nama Ahmad Dhani Disebut di Sidang Kasus Bea Cukai, Begini Respons KPK
• 3 jam lalu
0
thumb
Dugaan Pelanggaran Izin Karaoke Mencuat, Polsek Bungoro Akui Belum Turun Pengawasan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.