Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, FPTI Sebut Indonesia Terancam Kehilangan Banyak Medali Emas

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Peluang Indonesia meraup pundi-pundi medali emas di SEA Games 2027 terancam berkurang setelah cabang olahraga panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar pertandingan. Hal ini pun amat disesalkan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI).

Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan absennya cabor panjat tebing bukan sekadar kerugian bagi federasi, melainkan juga berpotensi memengaruhi perolehan medali kontingen Merah Putih. 

"Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027," kata Wahyu, dikutip dari Antara.

Panjat tebing tidak tercantum dalam 43 cabang olahraga yang disahkan untuk SEA Games 2027 yang digelar di Malaysia, dengan total 473 nomor pertandingan. Keputusan final itu diumumkan setelah rapat Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) pada 30 Oktober 2026. 

Kekhawatiran FPTI cukup beralasan jika melihat rekam jejak Indonesia di kompetisi tersebut. Saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011, Indonesia berhasil menguasai sembilan dari 10 medali emas yang tersedia di cabang panjat tebing.

Dominasi Merah Putih kembali terlihat pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan empat medali emas dan tiga perak. Empat emas tersebut disumbangkan oleh atlet-atlet muda, yakni Ardana Cikal Damarwulan, Alma Ariella Tsany, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Puja Lestari.

FPTI juga memandang SEA Games sebagai bagian penting dari proses pembinaan atlet sebelum mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi. 

Sehingga tanpa kesempatan bertanding di Malaysia, atlet muda kehilangan salah satu panggung untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman kompetisi internasional.

Padahal, potensi Indonesia tidak hanya terlihat pada nomor speed yang selama ini menjadi andalan. Perkembangan nomor lead juga mulai menunjukkan hasil, salah satunya melalui Putra Tri Ramadani atau Srondeng yang mampu finis di posisi kedua World Climbing Series 2026 seri Santiago, Chile.

Wahyu menilai pencapaian atlet Indonesia di tingkat dunia tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan dan kompetisi berkualitas di dalam negeri. 

Alhasil absennya panjat tebing di SEA Games 2027 dinilai bukan hanya mengurangi peluang meraih emas, tetapi juga dapat menghambat jalur pengembangan atlet menuju Asian Games dan Olimpiade.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya
• 17 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini: BMKG Prakirakan Hujan Ringan Mengguyur Mayoritas Wilayah RI
• 9 jam lalu
0
thumb
Buku “Bangsa Pelaut” Karya Wenri Wanhar Diluncurkan di Atas KM Dorolonda
• 21 jam lalu
0
thumb
Kuartal III-2026, Laba MNC Bank Anjlok 22%, Simpanan Susut 17%
• 7 jam lalu
0
thumb
Mas Dhito Targetkan Kabupaten Kediri Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.