JAKARTA, KOMPAS.TV - Faktor ekonomi diduga menjadi motif pembunuhan balita di toilet umum di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Aksi keji tersebut dilakukan ayah tiri korban berinisial AR dan ibu kandung korban berinisial J.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengungkapkan sosok kedua pelaku yang kini telah berstatus sebagai tersangka.
Untuk tersangka AR, kata dia, merupakan pengangguran. Sebelumnya, AR sempat berpindah-pindah pekerjaan dan melakoni kerja serabutan demi menyambung hidup.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Ibu Kandung dan Ayah Tiri Bunuh Anak Balita di Toilet Jaksel
"Jadi, kalau untuk suaminya (AR) awalnya joki koin yang bekerja di Merak, lalu pindah ke Tanah Abang apapun dikerjakan," ujarnya dalam dialog Kompas Malam KompasTV, Senin (2/11/2026).
"Tapi dengan keadaan saat ini suami tidak bekerja."
Sementara untuk istri AR atau ibu kandung korban yakni J diketahui bekerja sebagai pengamen jalanan.
"Untuk tersangka istri inisial J itu pengamen," tuturnya.
Dia juga mengungkapkan pasangan suami istri (pasutri) ini mempunyai dua anak. Anak pertama berusia tiga tahun dan kedua berusia 20 bulan yang menjadi korban pembunuhan.
Meski begitu, Seala memastikan tidak ada indikasi perencanaan pembunuhan sejak awal terhadap korban.
"Karena tersangka memiliki dua orang anak, salah satunya korban, memang tidak ada perencanaan bahwa harus melakukan pembunuhaan berencana terhadap salah satu korban," ucap Seala.
Baca Juga: Kondisi Balita yang Diduga Dibunuh Ortu di Jaksel: Kurang Gizi, Ada Tanda Kekerasan di Tubuh
Pengungkapan Kasus
Diberitakan sebelumnya, seorang balita berusia 20 bulan tewas diduga akibat penganiayaan oleh ayah tiri dan ibu kandungnya di toilet umum di Kebayoran Lama, Jaksel pada Sabtu (31/10) pekan lalu.
Kasus tersebut terungkap dari kecurigaan warga terhadap peristiwa di sebuah toilet umum. Saat itu, seorang saksi di lokasi mendengar jeritan dan tangisan korban.
Kecurigaan warga semakin menguat saat tersangka AR kembali ke lokasi, hingga akhirnya yang bersangkutan diamankan dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dalam peraka ini, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni AR yang merupakan ayah tiri korban dan J selaku ibu kandung korban. Keduanya saat ini telah ditahan oleh kepolisian.
Adapun terkait motif pelaku tega menghabisi nyawa korban diduga karena dipicu faktor ekonomi.
"Sampai saat ini menurut keterangan dari ahli psikologi forensik bahwa ada tekanan ekonomi yang dialami oleh tersangka," kata Kapolsek Kebayoran Lama.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- polisi
- pembunuhan balita
- tersangka
- sosok tersangka
- pembunuhan






Komentar (0)