Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gianyar dan Bangli, Bali, pada Minggu (1/11) hingga Senin (2/11/2026), mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur. Dua titik jalan dilaporkan jebol hingga tidak dapat dilalui kendaraan, masing-masing di Kecamatan Payangan, Gianyar, dan Kecamatan Tembuku, Bangli.
Selain jalan jebol, cuaca ekstrem juga memicu tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi. Secara keseluruhan, terdapat delapan titik kejadian bencana yang dilaporkan di kedua kabupaten tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa ini.
Di Gianyar, jalan jebol terjadi sekitar pukul 03.00 WITA di Banjar Gambih, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Senin (2/11). Kerusakan badan jalan mencapai panjang sekitar 15 meter dengan lebar kurang lebih 7 meter sehingga akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, mengatakan petugas telah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah desa untuk penanganan dampak bencana.
"Kondisi jalan yang jebol menyebabkan akses tidak dapat dilalui kendaraan. Masyarakat kami imbau menggunakan jalur alternatif karena kondisi di sekitar lokasi masih rawan dan terdapat potensi longsor susulan," kata Suardita dalam keterangan yang diterima Selasa (03/11).
Suardita juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas maupun melintasi jalur yang rawan longsor.
"Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan memicu longsor susulan. Hindari lokasi yang mengalami kerusakan dan gunakan jalur alternatif apabila jalan belum aman dilalui," imbuhnya.
Sementara itu, di Kabupaten Bangli, jalan penghubung di Jalan Pulasari Kawan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, juga jebol atau terputus pada Minggu (1/11) sekitar pukul 23.00 WITA.
"Jalan jebol akibat derasnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi," kata Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta.
Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli terkait proses perbaikan. Polsek Tembuku juga diperintahkan memasang tanda peringatan dan pengalihan jalan agar masyarakat tidak melintas di lokasi tersebut.
Gumiliarta mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan jalur tersebut demi keselamatan, mengingat kondisi jalan yang terputus belum dapat dilalui kendaraan.
Warga diminta menggunakan jalur alternatif sampai proses perbaikan dilakukan.
Longsor Timbun Ruko dan Rumah WargaSelain kerusakan jalan, tanah longsor terjadi di sejumlah lokasi di Gianyar dan Bangli.
Di Kecamatan Payangan, Gianyar, longsor pertama terjadi sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Yeh Tengah, Desa Kelusa. Longsor pada lahan persawahan mengakibatkan akses jalan menuju Pura Mengening tertutup material tanah. Kabel listrik milik PLN juga dilaporkan melintang di jalan.
Petugas telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar dan PLN. Hingga laporan diterima, pembersihan material masih menunggu penanganan petugas terkait. Untuk sementara, akses jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Suardita mengatakan penanganan di lokasi tersebut membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, terutama karena terdapat kabel listrik yang melintang di jalan.
"Selain material longsor yang menutup akses jalan menuju Pura Mengening, terdapat kabel listrik milik PLN yang melintang di jalan sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar dan PLN untuk tindak lanjut di lokasi," jelasnya.
Longsor lainnya terjadi sekitar pukul 06.00 WITA di Jalan Raya Buahan, Banjar Susut, Desa Buahan. Material tanah setebal sekitar 40 sentimeter menutupi sebagian badan jalan.
Personel Polsek Payangan bersama Danramil Payangan, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar, dan masyarakat setempat melakukan pembersihan.
"Penanganan dilakukan bersama unsur TNI, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat. Material longsor yang menutupi sebagian badan jalan berhasil dibersihkan sekitar pukul 09.45 WITA sehingga arus lalu lintas kembali normal," kata Suardita.
Longsor juga terjadi di Banjar Tangkas, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli pada Minggu (1/11) sekitar pukul 23.00 WITA. Material longsor dari area persawahan menimpa rumah warga dan mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp 50 juta.
Personel Polsek Susut bersama TNI dan masyarakat melakukan pembersihan material longsor serta berkoordinasi dengan pemilik rumah.
Secara keseluruhan, lima titik bencana di Kabupaten Bangli mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp 160 juta. Sementara itu, tiga kejadian di Kecamatan Payangan, Gianyar, juga tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra bersama pejabat utama Polres Bangli dan kapolsek jajaran turun langsung memimpin pengecekan serta penanganan dampak cuaca ekstrem.
Anggun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan peka terhadap kondisi lingkungan, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta mengurangi aktivitas bepergian ke luar rumah apabila tidak mendesak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Apabila hujan deras disertai angin kencang, masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar rumah atau bepergian apabila tidak mendesak untuk menghindari risiko bencana," imbau Anggun saat meninjau lokasi terdampak.
Kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam penanganan bencana serta mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.






Komentar (0)