Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran mengungkap fakta baru terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.

Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah mengatakan, pada kasus yang ditangani Polda Metro Jaya, terdapat dua WN Rusia dan satu WN Ukraina yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Laporan polisi dari Polda Metro Jaya, yaitu nomor LPA 10/X/2026/SPKT/Satres PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya tanggal 23 Oktober 2026 dengan tersangka yang ditahan lima orang, yaitu dua WN Rusia dan tiga WNI. Jumlah korban ada 12 orang,” kata Nurul, kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Perkara yang ditangani kedua, yaitu LPB nomor 8198/X/ 2026/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 28 Oktober 2026. Tersangka berjumlah dua orang, yaitu seorang WNI dan WN Ukraina. Jumlah korban sebanyak 12 orang.

Terpisah, Dirres PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo menyebutkan satu korban TPPO ini diketahui telah meninggal dunia.

“Dari keseluruhan kami temukan ada 12 korban, yang mana, yang jelas satu korban sudah diinformasikan sudah meninggal dunia,” ungkap Rita.

Sementara itu, beberapa korban yang lainnya sedang dilakukan pencarian. Pihak kepolisian bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Rusia untuk menemukan keberadaan para WNI yang sudah diberangkatkan di Rusia.

Adapun modus operandi yang dilakukan para tersangka, yaitu para korban dipekerjakan sebagai tentara di perbatasan dan pembangunan pertahanan di negara Rusia.

“Tersangka memberikan iming-iming janji setiap orang itu mendapatkan kontrak kerja sebesar Rp400 juta, kemudian gajinya setiap orang Rp40 juta-Rp50 juta per bulan. Kemudian ada tunjangan untuk anak kurang lebih Rp3 juta juga bonus dan fasilitas lainnya. Tapi faktanya semua tidak sesuai, nilainya sangat kecil, bahkan ada yang belum menerima sampai dengan saat ini,” jelas Rita.

Selain mengamankan pelaku, tim juga menyita barang bukti berupa beberapa dokumen dari para pelaku rekrutmen di wilayah Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diduga Incar Kabel Internet Bawah Laut Taiwan, Kapal Riset PKT Lakukan Manuver Mencurigakan 
• 8 jam lalu
0
thumb
Menkeu Sebut Modal Asing Masuk Rp 126 T, tapi Pasar Saham Masih Tertekan
• 44 menit lalu
0
thumb
Pamerkan 25 Karya Seni, “Ikhtiar Menitipkan Harapan” Ajak Pengunjung Selami Berbagai Pengalaman Hidup Lewat Ekspresi Visual
• 1 jam lalu
0
thumb
Cara Komplotan Pelaku Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Ledakan Terdengar di Selatan Iran Dekat Selat Hormuz
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.