Dukungan untuk Partai Demokrat Menguat Jelang Pemilu Sela Amerika Serikat

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Dukungan terhadap Partai Demokrat menguat menjelang pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 3 November 2026. Sejumlah survei nasional menunjukkan Demokrat unggul atas Partai Republik dalam preferensi pemilih untuk pemilihan Kongres. Tren ini terjadi ketika tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Donald Trump berada di dekat titik terendah selama masa kepresidenannya.

Merujuk survei Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (2/11) menunjukkan 46% pemilih cenderung memilih kandidat Demokrat, sedangkan 38% mendukung kandidat Republik dalam pemilihan Kongres. Keunggulan delapan poin persentase tersebut menyempit dibandingkan survei sepekan sebelumnya yang mencatat keunggulan Demokrat sebesar 11 poin.

Survei yang sama menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump berada di angka 32%. Angka tersebut tidak berubah dari pekan sebelumnya dan hanya satu poin persentase di atas rekor terendahnya, yakni 31%.

Trump memang tidak ikut bertarung dalam pemilu sela kali ini. Namun, kinerja pemerintahannya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan pemilih. Sekitar separuh pemilih independen yang terdaftar menyatakan suara mereka diberikan untuk menentang Trump. Sementara itu, hanya 13% yang menyebut suara mereka diberikan untuk mendukung presiden.

Hasil survei tersebut memperlihatkan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Trump menjadi salah satu tantangan bagi Partai Republik. Persoalan biaya hidup, termasuk kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, juga menjadi perhatian utama menjelang pemungutan suara.

Survei Reuters/Ipsos melibatkan 1.765 warga AS secara daring dengan margin kesalahan sekitar dua poin persentase.

Biaya Hidup dan Ketidakpuasan terhadap Trump

Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak dipertimbangkan pemilih. Survei Reuters/Ipsos menunjukkan 78% responden menganggap kenaikan biaya hidup sebagai isu yang sangat penting atau paling penting dalam menentukan pilihan pada pemilu sela.

Dalam penanganan persoalan biaya hidup, 43% responden menyatakan lebih mempercayai Demokrat, sedangkan 32% memilih Republik.

Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi Trump juga terlihat dalam hasil survei. Di kalangan pemilih Demokrat dan mereka yang cenderung mendukung Demokrat, mayoritas menilai kebijakan ekonomi Trump memperburuk kondisi. Sebaliknya, penilaian di kalangan pendukung Republik lebih beragam.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Partai Republik yang berusaha mempertahankan mayoritas di Kongres. Trump sebelumnya menjadikan pengendalian inflasi dan perbaikan ekonomi sebagai bagian penting dari agenda pemerintahannya.

Al Jazeera juga menyoroti bahwa pemilu kali ini tidak hanya ditentukan oleh preferensi pemilih secara nasional, tetapi juga oleh kemampuan kedua partai menggerakkan basis pendukungnya. Tingkat partisipasi pemilih menjadi faktor penting, terutama di negara-negara bagian yang memiliki persaingan ketat.

Dalam menggambarkan karakter pemilu kali ini, mantan staf kongres Partai Republik John Fury mengatakan:

“Ini bukan pemilu untuk membujuk pemilih agar berpindah pilihan. Ini adalah pemilu untuk mengerahkan sebanyak mungkin pendukung inti agar datang memberikan suara," ujar Furry seperti dikutip Selasa (3/11). 

Keunggulan Demokrat dalam survei nasional belum otomatis memastikan partai tersebut akan menguasai Kongres. Pemilu sela AS menentukan komposisi DPR dan Senat melalui persaingan di setiap distrik dan negara bagian.

Seluruh 435 kursi DPR diperebutkan dalam pemilu kali ini. Sementara itu, terdapat 35 kursi Senat yang diperebutkan dari total 100 kursi.

Peluang Demokrat merebut DPR dinilai lebih terbuka dibandingkan persaingan di Senat. Partai Republik saat ini memiliki mayoritas tipis di DPR, sehingga perubahan beberapa kursi saja dapat mengubah kendali lembaga tersebut.

Sementara itu, persaingan Senat lebih menantang bagi Demokrat. Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi, sedangkan Demokrat memiliki 47 kursi. Untuk mengambil alih mayoritas, Demokrat membutuhkan tambahan bersih sedikitnya empat kursi.

Reuters mencatat sejumlah negara bagian menjadi medan persaingan penting, di antaranya Alaska, Iowa, Kansas, Maine, North Carolina, Ohio, South Carolina, dan Texas. Beberapa wilayah tersebut sebelumnya cenderung mendukung Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024.

Di North Carolina, kandidat Demokrat Roy Cooper bersaing dengan kandidat Republik Michael Whatley. Sementara di Ohio, mantan senator Demokrat Sherrod Brown kembali berupaya merebut kursi Senat yang kini diperebutkan dengan kandidat Republik. Texas juga menjadi salah satu medan pertarungan yang mendapat perhatian karena kandidat Demokrat James Talarico berhadapan dengan kandidat Republik.

Persaingan di Alaska dan Kansas juga menjadi perhatian. Di Alaska, mantan anggota DPR AS Mary Peltola menantang Senator Republik Dan Sullivan. Adapun di Kansas, kandidat Demokrat Adam Hamilton bersaing dengan Senator Republik Roger Marshall.

Meski sejumlah survei menunjukkan kandidat Demokrat unggul di beberapa negara bagian, hasil akhir tetap bergantung pada tingkat partisipasi dan dinamika pemilih di masing-masing wilayah. Reuters menilai persaingan Senat lebih sulit diprediksi karena karakter pemilih, kandidat, dan isu lokal memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilihan.

Hasil pemilu sela ini akan menentukan ruang gerak pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya. Jika Demokrat berhasil menguasai satu atau kedua kamar Kongres, partai tersebut akan memiliki kekuatan lebih besar untuk mengawasi kebijakan pemerintahan, termasuk melalui penyelidikan dan pembahasan legislasi.

Sebaliknya, jika Republik mampu mempertahankan mayoritas, Trump akan memiliki ruang politik yang lebih besar untuk melanjutkan agenda pemerintahannya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendag tegaskan ritel modern jadi katalis pengentasan kemiskinan
• 21 jam lalu
0
thumb
Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Jalan Terus Selama Negara Pembeli Sepakati Harga Indonesia
• 18 jam lalu
0
thumb
Indonesia Jadi Pasar Empuk Industri AI, Kok Bisa?
• 2 jam lalu
0
thumb
Jangan Asal Pakai! Ini Risiko Bahaya Kosmetik Kedaluwarsa bagi Kulit-Tips Kesehatan
• 1 jam lalu
0
thumb
Banjir Terjang 3 Provinsi di Sumatera, Ribuan Warga Terdampak
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.