Jalan Tertimbun Lahar Semeru, Anak-Anak di Lumajang Terpaksa Seberangi Sungai demi Sekolah

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jalan Tertimbun Lahar Semeru, Anak-Anak di Lumajang Terpaksa Seberangi Sungai demi SekolahNasional | inews | Selasa, 3 November 2026 - 08:47Dengarkan Berita

LUMAJANG, iNews.id - Anak-anak di Dusun Sumberlangsep, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa menyeberangi aliran lahar Gunung Semeru untuk berangkat ke sekolah. Kondisi ini terjadi setelah banjir lahar menerjang Sungai Regoyo dan menimbun satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dusun tersebut dengan wilayah sekitarnya.

Kondisi memprihatinkan terlihat di jalur aliran lahar Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Sejumlah orang tua bahkan harus menggendong anak-anak mereka saat menyeberangi aliran sungai agar bisa sampai ke sekolah yang berada di dusun seberang.

"Kalau enggak sekolah ya ketinggalan pelajaran," kata Dewi, salah satu orang tua siswa, Selasa (3/11/2026).

Warga terpaksa mengambil risiko karena belum ada jalur alternatif untuk keluar dari Dusun Sumberlangsep. Padahal, aliran Sungai Regoyo masih cukup deras sehingga berpotensi menyeret warga yang menyeberang.

Baca Juga:Gangguan Eskalator di Stasiun Duri, 12 Orang Luka Ringan

Akses jalan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumberkajar tertimbun material banjir lahar berupa pasir dan batu. Akibatnya, aktivitas masyarakat ikut terganggu, mulai dari berangkat sekolah hingga bekerja dan membeli kebutuhan pokok.

"Tujuannya mau ke tukang sayur belanja, jadi haru menyeberang," ucap Ayun, salah satu warga yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 135 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep. Mobilitas warga semakin sulit ketika debit aliran lahar Sungai Regoyo meningkat.

Sementara itu, alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material banjir lahar yang menutup akses menuju dusun tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang segera membangun jembatan gantung sebagai akses penghubung. Dengan demikian, aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal tanpa harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi aliran lahar.

#jatim

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Oposisi Israel Bakal Bertemu, Netanyahu Ogah Koalisi dengan Partai Arab
• 12 jam lalu
0
thumb
WNI Direkrut Tentara Rusia Dijanjikan Kontrak Rp 400 Juta dan Gaji Rp 50 Juta
• 18 jam lalu
0
thumb
Keuntungan Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Ditunda
• 1 jam lalu
0
thumb
Atasi Rasa Bosan dengan Ganbaru, Seni Bikin Tugas Jadi Lebih Bermakna ala Orang Jepang
• 10 jam lalu
0
thumb
Jersey Adidas Trefoil Spesial HUT ke-111 PSM Makassar Dijual Terbatas, Dipakai di League Cup
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.